Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Jumat, 14 Agustus 2015

Sholat Seperti Rasul dan Shahabat

Senengnya semalam dapat kesempatan sharing bareng temen-temen remaja masjid di kp. Cibitung Ilir Pamijahan Bogor.

Ada yang nanya tentang jamaah yang sholatnya tiap rakaat terakhir itu mereka baca tiga ayat sekaligus, biasanya al-ikhlas, al-falaq dan an-naas. Boleh nggak sih seperti itu?


Sambil tersenyum saya jawab, "kalau kita bertanya seperti itu harusnya kita malu atuh sama kanjeng Rosul Saw. dan para shahabat."

Rasul itu tidurnya sedikit, kalau kita mah sedikit-sedikit tidur. Rasul itu makannya sedikit, kalau kita sedikit-sedikit makan. Kita mah apa atuh?

Atau dibalik deh, Rasul itu sedikit-sedikit sedekah, kita mah sedekahnya sedikit. Rasul itu sedikit-sedikit bangun tahajud, kita mah tahajudnya sedikit.

Bahkan Rasul itu kakinya sampai bengkak-bengkak karena seringnya beliau qiyamul lail. Hingga Bilal bin Rabbah hendak mengumandangkan azan shubuh, beliau masih mengerjakan qiyamul lail. Lagi-lagi... kita mah apa atuh?

Seorang shahabat pernah berdiri di belakang Rasul dan shalat bersama beliau hanya ingin tahu bagaimana cara Rasul tahajud.

"Setelah al-Fatihah beliau membaca surat al-baqarah. Hingga 100 ayat aku mengira beliau akan rukuk tapi ternyata beliau selesaikan membaca hingga akhir surat.

Setelah al-Baqarah, aku mengira beliau akan rukuk, ternyata dilanjut surat ali-Imran hingga akhir surat.

Setelah ali-imran aku mengira beliau akan rukuk, ternyata dilanjut surat an-Nisa sampai akhir ayat, barulah beliau rukuk."

Malu atuh kalau sholat kita harus dibandingkan dengan beliau. Bahkan shahabat Utsman bin Affan dalam sebuah riwayat sering menghatamkan al-Quran dalam sholatnya. Hingga menjelang shubuh beliau bisa dua kali khatam al-Qur'an.

Dan kali ini dengan intonasi yang rendah dan suara pelan, saya bertanya kembali pada jamaah, "terus.. Kita mah apa atuh?"

0 komentar:

 

Free Music