Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Selasa, 12 Mei 2015

Yuk Bersyukur

Andaikata ada sebuah lemari kaca penuh dengan makanan lezat tapi terkunci rapat, manakah yang dahulu dipikirkan? Isi lemari atau kunci lemari?


Bagi siapapun yang normal tentu mereka akan berupaya mencari kuncinya terlebih dahulu. Karena mati matian ingin menikmati isi lemari, tapi kalau tidak tahu kuncinya sama aja menyiksa diri, membuat penderitaan tiada akhir, didera keinginan yang tidak akan tercapai.

Kenyataan hidup pun tidak jauh berbeda dengan perumpamaan di atas. Sehebat apapun keinginan seseorang menikmati hidup bila nggak tau kuncinya maka kebahagiaan hanya akan menjadi angan-angan belaka. Kalau pun merasa mendapat kebahagiaan, sesungguhnya hanyalah semu belaka atau bagai mengejar bayang-bayang. Nggak akan pernah terkejar.

Sayang, sebagian orang lebih sibuk memikirkan isi lemari daripada sibuk mengetahui dan menguasai kuncinya. Itulah kenapa kok hidup ini menjadi sulit untuk bahagia, selalu menjadi perpindahan dari was-was, takut, cemas, gelisah, bingung, tegang, pening dan seabreg kegalauan yang lain.

Kunci pembuka lemari nikmat itu namanya syukur. Artinya siapa pun yang tidak tahu cara mensyukuri nikmat dengan benar, maka tipislah harapannya dapat menikmati hidup dengan benar.

 Memiliki kemampuan bersyukur berarti pula dapat mengikat nikmat yang ada, serta mengundang nikmat yang ada, serta mengundang nikmat yang lebih besar yang belum dirasakan sebelumnya sesuai janji Allah, "Dan ingatlah Tuhanmu memaklumkan, sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku) maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Qs. Ibrahim [14]: 7)

0 komentar:

 

Free Music