Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Kamis, 07 Februari 2013

Sinar Mustanir: Jual Telur Ayam Negeri


Hari senin pagi (04/02/2013) kemarin saya mulai buka usaha baru. Jualan telor ayam negeri di pasar. Sebuah lapak yang saya sewa selama setahun itu sudah bisa dipakai setelah dipasang meja dan kawat pembatas. Lapak yang berada di pasar Lwliang Bogor ini ukurannya kecil namun cukup untuk menjajakan dagangan yang kita punya. Untuk sementara ini, barang yang dijual hanya sebatas telur ayam. Karena saya kenal betul dengan agen pemilik telurnya. Tetanggaan gitu. Dan yang lebih kerennya lagi ya ayah dan adik sekarang bekerja di agen telur tersebut. Sehingga kebutuhan perharinya bisa dipenuhi oleh mereka.

Ya, bisa dibilang ini semacam memanfaatkan peluang yang ada. Ketika melihat pasar, penjualan telur cukup menjanjikan ditambah penyediaan barang yang cukup mudah. Kita disediakan barang sesuai kebutuhan dan setelah laku baru dibayar. Enakkan? Peluang inilah yang saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya.

Hanya saja saya belum bisa ikut terjun langsung ke pasar untuk menjual telur dikarenakan belum bisa keluar dari pekerjaan sekarang. Pasalnya ada beberapa urusan yang belum terselesaikan. Tentunya saya nggak ingin membuat teman-teman kerja yang lain direpotkan sepeninggalan saya nanti di kantor. Sebisa mungkin saya ingin memberikan yang terbaik. Nggak ada salahnya kan kalo kita berusaha yang terbaik untuk perusahaan yang sudah lama mempekerjakan kita. Tak terasa sudah tiga tahun saya meniti karir di perusahaan sekarang. Sebuah server pulsa elektrik di Bogor.

Maka untuk sementara saya pekerjakan seorang teman selama sebulan ini untuk memulai usaha. Seorang teman yang sebelumnya sudah mempunyai pengalaman di lapak lain yang tak jauh, masih berjualan telor. Alhasil, saya tidak perlu khawatir dengan kualitas pekerjaannya. Justru saat pertama membuka, malah saya yang dia training. Bagaimana cara melayani konsumen ketika hendak membeli telor kita. Cara menimbang dan tentunya memberikan pelayanan terbaik agar konsumen tetap loyal terhadap barang yang kita tawarkan.

Dalam masa promosi, sengaja saya turunkan harga dengan tujuan dapat menarik konsumen lebih banyak. Saat saya bertanya pada teman yang jaga tersebut, berapa harga telor sekilonya sekarang? Dia menjawab Rp. 18.500,-/kg. Kontan saya pun menetapkan harga jual ke konsumen Rp. 18.000,-/kg karena masa promo. Tidak perlu menunggu lama, 5 peti telor telah habis hanya dalam waktu dua hari saja yakni senin dan selasa. Melihat kejadian ini promo pun dihentikan. Harga jual sekarang mengikuti pasar yang ada, yakni Rp. 19.000,-/kg namun masih dengan catatan bahwa siapapun konsumen yang hendak membeli dan menawar lebih rendah (asal masih di atas harga modal) tetap kami kasih. Jangan sampai konsumen malah tidak jadi membeli barang kita hanya karena tidak bisa ditawar.

Semoga usaha yang saya jalankan berjalan lancar dan menghasilkan berkat dan berkah yang melimpah. Aamiin.








2 komentar:

meivik.blog mengatakan...

assalamualaikum
sy ingin menawarkan suply telur dari farm lokasi jawa timur dengan harga kompetitif.jika berkenan dan berminat email sj k janganmales@gmail.com
trims. wassalam

meivik.blog mengatakan...

Assalamualaikum
sy ingin menawarkan suply telur langsung dari farm lokasi jawa timur,dengan harga kompetitif.
jika berminat dan berkenan silahkan email k janganmales@gmail.com
trimakasih. wassalam

 

Free Music