Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Sabtu, 15 Desember 2012

Kejenuhan Saat Kerja

Gambar: sumber
 Melakukan rutinitas harian sebagai seorang karyawan di salah satu perusahaan IT bidang Server Pulsa patut disyukuri. Karena tidak semua orang mendapatkan karunia seperti saya. Di saat banyak orang yang setelah lulus sekolah kebingungan hendak kerja kemana. Ada yang berniat melanjutkan kuliah, namun apa dikata biaya yang terlampau tinggi harus menjadi perhitungan matang. Tak jarang dari mereka harus merelakannya dan memilih bekerja guna memenuhi kebutuhannya sehari-hari.

 Bagi seorang pekerja keras, ia akan dengan senang hati mengerjakan berbagai hal yang mampu membuat dirinya semakin bertumbuh. Jika ia sebagai seorang karyawan, maka ia akan melakukan hal terbaik yang bisa ia berikan untuk perusahaan tempat ia bekerja. Atau bagi mereka yang memulai bisnis kecil-kecilan, tentu akan berusaha sekuat tenaga bagaimana penghasilannya semakin meningkat tiap bulannya. Ia akan lakukan berbagai macam terobosan yang diperlukan guna mendongkrak target yang ia harapkan.

Namun pada kali ini saya cukupkan untuk membahas tentang keadaan saya saat bekerja di Server Pulsa. Menjadi seorang karyawan dalam sebuah perusahaan merupakan salah satu kebanggaan tersendiri. Walaupun niat saya tetap ingin menjadi seorang pengusaha, namun status saya saat ini yang sebagai karyawan, maka mau tidak mau saya harus mengeluarkan segenap kemampuan yang dimiliki untuk mengembangkan usaha ini.

Menjadi seorang karyawan bukan lagi perkara yang harus diperbincangkan, ketika gaji yang kita terima tidak sesuai dengan apa yang sudah kita kerjakan. Misalkan teman kita bekerja malas-malasan, jarang masuk dsb. sehingga beberapa pekerjaan ditimpakan pada saya untuk mengerjakannya. Lalu saya mengeluhkan saat menerima gaji, jumlahnya sama dengan apa yang didapatkan  teman yang malas tadi. Saya mengerutu. Kesal dan mungkin jadi malas-malasan bekerja. "Ah, untuk apa saya bekerja capek-capek? Toh nanti gajinya juga sama dengan yang lain." pikirku.

Masalah di atas jangan dilihat dari seberapa besar pengorbanan kita dengan mendapat hasil yang sedikit. Jelas kita akan merasa hidup ini nggak adil dan menyalahkan orang lain atau memendam dendam (rasa tidak suka pada rekan kerja). Bahkan bukan tidak mungkin, kita akan menyalahkan Allah bagi mereka yang imannya sangat tipis. Bukan hal yang mustahil orang-orang semacam ini tidak lagi mempunyai semangat bekerja. Gairahnya dalam melakukan bisnis yang ia pegang pun tidak akan berkembang, berubah menjadi perusahaan bonafit. Karena mental mereka adalah mental orang-orang kalah bukan mental pejuang.

Jika kita bekerja, melakukan akad ijarah dengan pemilik usaha berarti yang terjadi adalah kita bekerja di sebuah perusahaan dengan mendapatkan upah yang sudah disepakati di awal. Ketika akad itu sudah terjadi, maka kewajiban kita adalah bekerja dengan sebaik-baiknya di perusahaan tersebut yang sudah mempercayakan kita sebagai karyawan. Seandainya seorang karyawan tadi tidak bekerja dengan benar, siapa yang rugi? Tentu dirinya sendiri. Dia yang rugi menjadi orang yang tidak amanah. Bukankah di awal sudah diakadkan kita akan bekerja dengan imbalan sebuah gaji. Berarti dalam hal ini, pointnya bukan untung-rugi ketika seorang karyawan bekerja dengan rajin, melainkan amanah-tidaknya seorang karyawan atas akad yang sudah ia buat dengan perusahaan.

Jika masalahnya, gaji yang ia dapatkan tidak sebanding dengan pekerjaan yang ia lakukan, maka itu adalah kesalahannya di awal, kenapa ia tidak mengajukan imbalan yang lebih besar. Membuat sebuah penawaran yang pantas atas pekerjaan tersebut. Kalo memang belum paham dan berpengalaman dalam pekerjaan tersebut, tinggal dibicarakan saja dengan pihak perusahaan baiknya seperti apa. Insya Allah akan ada jalan keluar yang lebih baik. Jadi tidak ada alasan kita untuk bermalas-malasan dalam bekerja. Baik menjadi karyawan atau menjadi seorang pengusaha, lakukanlah hal terbaik yang bisa Anda berikan. Jangan sampai semangat itu kalah dengan sesuatu yang disebut malas atau iri, justru itu harus menjadi pemacu semangat kita untuk terus bersaha.

Sekian dulu ya, sebenarnya saya hanya ingin sharing tentang kejenuhan saat kita bekerja, terutama saya sebagai operator di Server Pulsa Elektronik yang kerjanya hanya duduk depan komputer tidak jarang mengalami kejenuhan. Semalam saja kepala terasa pusing nyut..nyutan.. Hal sederhana yang saya lakukan adalah minum teh hangat (bagusnya dicampur jahe biar tambah seger). Itu juga yang saat ini saya lakukan, minum teh sepertinya membuat pikiran lebih jernih dan semangat kembali pulih. Itu yang saya lakukan ketika jenuh saat bekerja, kalo kamu?

0 komentar:

 

Free Music