Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Jumat, 14 Desember 2012

12-12-2012

Foto: Sumber
Kemarin bertepatan dengan hari kamis (12-12-2012) banyak orang yang update status perihal tanggal yang unik tadi. Ada yang coba memulai bisnis karena tanggalnya bagus. Ada yang nikah di hari tersebut. Bahkan parahnya ada yang udah bikin rencana buat nembak cewek yang jadi incarannya selama ini. #gubrak. 

Ada lagi yang nyangkut-nyangkutin sama Kiamat. Heh.. orang yang percaya gituan sih udah bego banget nih. Coba bayangin deh, masa iya dia lebih percaya sama ramalan suku maya di Amerika sana ketimbang Tuhannya sendiri. Apalagi doi seorang Muslim. nah, coba liat sekarang! Udah lewat seharikan? Nggak ada tuh apa-apa? Berita yang udah keburu menyebar kemana-mana yang ternyata nggak terjadi buru-buru dibantah sama beberapa pihak. Salah satunya NASA di Amerika yang mengatakan bahwa Kiamat diundur jadi 21-12-2012. He..he.. Tau deh nanti kalo emang nggak terjadi apa-apa, mereka bakal ngeles apalagi coba? Tak tungguin deh. Haha...

Buat gue sih biasa aja, nggak ada yang spesial. Toh semua hari sama. Allah menciptakan semua hari baik, nggak ada istilahnya hari hoki atau hari sial sebagaimana yang sering digunakan sebagian orang.

Kadang ketika mereka meyakini bahwa hari rabu adalah hari sial, mereka tidak akan berani keluar dan beraktivitas, bahkan untuk bertutur-sapa dengan teman. Ini udah terkategori musyrik! Paham? Menjadikan sesuatu yang lain sebagai tandingan Allah. Bukankah segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. Tidak ada apapun di dunia ini yang terjadi melainkan semua atas sepengetahuan-Nya. Kalo gitu buat apa kita percaya pada takhayul semacam hari sial, hari baik dan sejenisnya. Bagi seorang Muslim sudah sepantasnya meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. 

Saya mendapatkan cerita dari guru spriritual beberapa waktu lalu saat berkunjung ke rumahnya. Ia bercerita bahwa ada seorang ustad di Jakarta yang ditangkap polisi. Ustad muda tadi diinterogosi layaknya seorang buronan. Berbagai pertanyaan tentang dirinya mulai dari keluarga, orang-orang terdekat, teman-teman dll. Dengan tenang ustad tadi menjawab semua pertanyaan sang polisi. Tak disangka, sang polisi pun berkata kasar, "cepat bilang siapa teman-teman kamu..???" dengan nada tinggi.

 Sang ustad yang masih tenang menjawab, "Tidak ada!". dengan wajah ramahnya. "Jangan bohong kamu?!" bentak pak polisi sambil mengeluarkan sepucuk pistol yang disarungkan di pinggangnya.


"Bapak mau tembak saya? Silakan. Mau di kepala, di dada atau di perut?" tanya sang ustad. Pak polisi tampak heran dengan kening mengkerut. "Jika Allah menakdirkan saya mati hari ini, maka saya memang akan mati hari ini. Tidak ada yang bisa mencegah hal itu. Seandainya Bapak menembak saya sekarang lalu saya mati, itu bukan karena Bapak menembak saya tapi karena memang ajal saya sudah datang. Dan jika Bapak menembak saya sedangkan saya tidak mati, berarti Allah masih memberikan umur panjang pada saya dan saya harus mensyukurinya." jelas sang ustad.


Kata-kata tersebut membuat nyali Polisi tadi ciut. Dia tidak bisa berkata-kata lagi. Seolah bibirnya menjadi kaku, tak berucap sepatah kata pun. Hingga akhirnya sang polisi meminta maaf dan melepaskan ustad tadi.


Kisah di atas cukup menggambarkan pada kita semua bahwa tidak perlu ada yang ditakuti selain Allah. Dialah Dzat yang pantas kita sembah dimana semua makhluk bergantung pada-Nya. Jangan sampai hanya karena seseorang mempunyai harta dan kekuasaan lantas kita harus mengikutinya. Tidak perlu kita takut pada celaan orang-orang yang suka mencela. Pada orang-orang yang tidak mau tunduk dan patuh pada syariat-Nya.

0 komentar:

 

Free Music