Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Kamis, 25 Oktober 2012

Persiapannya Harus Matang



Sebuah sms mendarat di hape jadul gue. Undangan acara dari guru spiritual untuk hari minggu besok ternyata. Insya Allah akan diadakan acara Training Pemuda dengan tema "Pemuda Penggagas Peradaban Islam Gemilang". Sebuah acara yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia bidang Kepemudaan. Insya Allah saya hadir... dengan tekan tombol Ok, kubalas sms tersebut. Tapi kehadiran di sana tentu harus dipersiapkan dengan matang karena panitia telah mempercayakan gue sebagai pembicara pertama.


Sebelumnya 2 minggu yang lalu, 2 panggilan tak terjawab menghiasi layar hapeku. Nggak sempat gue angkat karena lagi keluar dan hapenya lagi di charge, Ya, afwan tadi lagi keluar, hape lagi di charge... balasku dengan sebuah sms. Nggak perlu nunggu lama, hape pun kembali berdering. Masih dengan orang yang sama. Ku tekan tombol OK untuk menerimanya, "Assalamu'alaikum... Kos, antum waktu sibuk kapan aja tuh? Ahad libur kan?" sebuah suara berbunyi di balik gagang hape gue nyerocos kemana-mana. Sebuah suara yang udah nggak asing lagi. Dari Maman, teman satu kajian halqoh yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pemuda Hizbut Tahrir Indonesia kab. Bogor.

"Wa'alaikum as-salam.. ya Man, ada apaan nih?" balas gue tanya balik. "Ini rencananya temen-temen Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) mau ngadain acara hari ahad, klo antum kosong, siapkan jadi pembicaranya?" jelasnya masih dengan pertanyaan yang sama, menanyakan kesediaan waktu. "Oh, Insya Allah bisa. Kapan acranya dan bentuk acaranya gimana? Sayakan harus menyesuaikan materinya." jawab gue.

"Iya, nanti ahad, 28 Oktober 2012 dari Pkl. 08.00-15.00 Wib. Bertepatan dengan hari Sumpah Pemuda. Insya Allah acaranya di Gn. Bunder dari pagi sampai sore. Nanti kita ngeliwet untuk makannya. Mudah-mudahan sih ada yang nyumbang daging qurban karena masih dalam hari tasyrik, hari masih boleh berqurban." jelasnya.

"Ya, mudah-mudahan ada yang nyumbang, tapi insya Allah banyak yang nyumbang sih kalo informasinya disebar ke teman-teman semua termasuk pengerahan masanya gimana?" tanya saya soal target peserta. Sebagai pembiacara gue juga harus melihat berapa jumlah peserta dan dari kalangan apa? Maksudnya tipikal remaja, anak-anak, mahasiswa atau umum. Karena gaya bahasa yang digunakanpun juga harus menyesuaikan sesuai pendengarnya.

Ali bin Abi Thalib pernah bertutur tentang pentingnya menggunakan bahasa apa yang dipahami pendengarnya, Apakah kau suka ajaran Rasul ini mereka dustakan? tanya beliau.

"Targetnya 200 orang remaja, tapi semuanya bisa terealisasi jika semua teman-teman aktif mengajak kontakannya untuk hadir pada acara ini." harapnya. "Ya mudah-mudahan." jawab saya. Ok, itu aja mungkin ya, nanti kita ngobrol-ngobrol lagi tentang acaranya, syukrannya. Assalamu'alaikum...." ucapnya berterima kasih sambil menyudahi pembicaran. "Iya sama-sama. Wa'alaikum as-salam warahmatullahi wa barakatuh." tut..tut.. panggilan diakhiri.



"Hah.." gue menghela nafas. Berfikir keras. Sebuah tugas yang harus gue persiapkan dari sekarang. Sumpah Pemuda. Penggagas Peradaban. Pemuda ideal yang ujungnya diarahkan untuk ngaji. Sebuah materi yang harus diberikan harus mencakup beberapa kriteria di atas. Tiba -tiba mata gue tertuju pada sebuah buku dengan cover berwarna kuning. Tergeletak di atas meja bekas saya baca ba'da subuh tadi. Muhammad al-Fatih 1453 itulah judul bukunya. Seorang pemuda yang telah diramalkan oleh Rasul sebagai Penakluk Terbaik. Seorang pemuda yang memantaskan diri sejak dini agak layak mewujudkan bisyarah Rasulullah Saw. Oke, sudah gue putuskan. Insya Allah materi yang disampaikan nanti tentang Muhammad al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel. Harus cari bahan materinya dari sekarang nih. Let's do it.

0 komentar:

 

Free Music