Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Sabtu, 13 Oktober 2012

Lakukan dengan Sepenuh Hati


Setelah membahas tentang 'membakar kapal' muncul berbagai pertanyaan, salah satunya, bagaimana jika ada kesempatan pada kita untuk bekerja tapi sambil usaha sampingan? lha.. apa hubungannya dengan membakar kapal? Nggak tau, pokoknya sambungin aja sendiri ya ^_^ Maklum aja tulisan ini dibuat dengan spontanitas jadi belum sempat dikorelasikan antara judul, isi maupun gambarnya. So, maap-maap aja deh kalo isinya ngalor ngidul nggak jelas hehe..


Jawab gue sih boleh. Boleh-boleh aja kok. Selama belum ada undang-undang yang melarang kita punya lebih dari satu usaha ya silakan saja. Selama itu sesuatu yang dihalalkan dan memang bermanfaat. Toh dalam agama Islam juga tidak ada larangan untuk mencari harta sebanyak-banyaknya. Banyak sekali para Shahabat Rasul yang juga berkecukupan. Sepeninggalan mereka harta yang ditinggalkan tidaklah sedikit. Setidaknya ada hampir 1.000 ekor unta, 100 ekor kuda dan 3.000 kambing. Juga meninggalkan emas dan perak yang semuanya dibagikan kepada ahli warisnya.
 
Hanya saja kita harus fokus pada saat melakukan sesuatu tadi. Benar-benar penuh kesungguhan. Ibarat semudah orang melakukan apa yang ia sukai sebagai hobi. Nggak ada beban. Nggak ada paksaan, bawaannya enjoy banget deh. Itu yang harus diperhatikan. Seseorang yang melakukan perbuatan dengan ikhlas atau sukarela dijamin hasil yang didapat pun jauh lebih maksimal karena dikerjakan dengan hati.

Lihat saja saat kita sedang menonton acara televisi kesayangan misalkan, lalu disuruh membeli belanjaan sama ibu ke warung. Sebagai anak yang berbakti, pasti Anda pergi ke warung dan belanja sesuai kebutuhan. Namun terbesit dalam hati rasa kesal karena nggak bisa nonton acara kesayangan, padahal acara tersebut tayang hanya sebulan sekali :( Jika Anda merasakan hal seperti ini, segera lah istighfar karena bisa jadi Anda kurang dekat dengan Sang Pencipta hingga mudah dipengaruhi setan.

Misalkan, seseorang yang bekerja sebagai operator server pulsa. Sebagai sampingannya ia berjualan pulsa tentunya bahkan ditambah dengan produk-produk lain seperti obat-obatan herbal, perhiasan dll. Dalam klasifikasinya, seseorang tadi adalah karyawan dalam sebuah perusahaan dan ia berhak atas gaji dari perusahaan tempat ia bekerja. Ia bekerja sebagai oparator pulsa dan di lain waktu ia sebagai seorang pedagang/ pengusaha (entrepreneur) tentu berhak mendapatkan hasil dari apa yang ia usahakan. 

Saat menjadi karyawan, ia harus fokus pada apa yang ia kerjakan. Melakukan dengan sepenuh hati dan nggak setengah-setengah (mirip iklan kopi). Setelah itu selesai (jam kantor) baru kita fokus untuk mengerjakan apa yang menjadi pekerjaan tambahan kita. Jika waktunya hanya tersisa malam hari (setelah bekerja) maka manfaatkan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya.

Sungguh menyedihkan bila pekerjaan sehari-hari yang Kita lakukan, dianggap sebagai beban dan bukan hobi. Hidup akan sangat tersiksa. Kita tidak akan menikmati indahnya hidup. Kita menghabiskan banyak waktu untuk sesuatu yang menyiksa diri sendiri. Kita terlihat bekerja namun hakikatnya sedang menjalankan siksaan.

Lebih buruknya lagi, Kitapun berpeluang besar untuk tidak menjadi yang terbaik di pekerjaan yang Kita tekuni. Bekerja hanya rutinitas. Bekerja hanya kewajiban, bekerja hanya memenuhi job description. Jika itu yang terjadi, hidup akan terasa hambar dan tak begairah, persis seperti zombie alias mayat hidup.
Nikmatilah hidup Kita dengan menjadikan pekerjaan sebagai hobi. Dengan cara ini hidup terasa indah. Hidup sangatlah menggairahkan. Hidup penuh warna dan hidup jauh dari rasa kebosanan dan kemalasan.

0 komentar:

 

Free Music