Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Selasa, 30 Oktober 2012

Di Luar Dugaan

Hari minggu 28/10 kemarin cukup padat buat saya. Beberapa agenda bahkan terpaksa tidak dapat saya kunjungi seperti, Aksi Damai Mahasiswa dan Pemuda memperingati Hari Sumpah Pemuda bersama Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) Bogor dan BKLDK Jakarta Raya. BKLDK Bogor mengadakan aksi di depan Balaikota Bogor longmarch hingga Tugu Kujang. Sedangka BKLDK bekerjasama dengan Gerakan Mahasiswa (GEMA) Pembebasan Jakarta mengadakan aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI).


Dengan berat hati saya harus meninggalkan dua acara tersebut karena sudah ada acara lain yang direncanakan sekitar dua minggu lalu. Sebuah acara Training Pemuda yang diusung oleh Lembaga Dakwah Sekolah (LDS) HTI mengangkat tema "Pemuda Penggagas  Peradaban Islam Gemilang" di hari yang sama. Andai saja panitia tidak mempercayakan pada saya sebagai pengisi materi mungkin saya sudah pergi ke dua acara di atas.


Pagi hari suasana rumah sudah sepi. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Ibu dan si bungsu Vina pergi liburan ke pantai. Bapak dan adik laki-laki pergi bekerja, maklum jenis pekerjaan mereka tidak melihat hari libur. Saya sendiri siap-siap berangkat ke sebuah tempat yang sudah siap dijadikan tempat acara training. Tempatnya cukup jauh dari rumah kalau jalan kaki. Sebenarnya cukup dilalui dengan menaiki angkot jurusan Gn. Bunder sudah cukup mengantarkan kita ke depan gang rumah Ust Aneng. Pimpinan Pondok Pesantren yang aulanya beliau persilakan untuk digunakan acara.


Sebelumnya sebuah sms mendarat di hp mungilku, "Assalamu'alaikum Wr.Wb. Kang, Antum kebagian ngisi jam 09.30-11.30 Wib. Diharapkan sebelum jam tersebut sudah ada di tempat. Syukran" dikirim oleh Fahmi, selaku penanggungjawab acara. "Iya, insya Allah saya juga mau bawa teman ke sana." balasku singkat.


Teman yang sudah saya undang tak kunjung datang. Rencananya kami hendak berangkat bareng. Saya tunggu ditempat kami janjian tapi belum juga kelihatan batang hidungnya. Ditelepon nggak nyambung. "Ah, mungkin hpnya mati" pikirku.


Tanpa menunggu lebih lama, saya segera berangkat karena khawatir telat sampai di tempat. Heem, saat itu cukup lama saya menunggu angkutan umum (maklum belum punya kendaraaan pribadi). Beberapa angkot (angkutan umum) halu-lalang namun belum ada jurusan yang saya maksud. Untuk sampai ke sana cukup naik angkot jurusan Gn. Bunder. Sementara ada beberapa jurusan lain seperti Gn. Picung dengan nomer jurusan 52. Ada juga nomer 55 merupakan angkutan jurusan Cigola. Saya sendiri menunggu angkot dengan nomer 59 jurusan Gn. Bunder.


Sebuah angkot terlihat dari kejauhan. Heem, sepertinya ini angkotnya pikirku. Saya berhentikan dengan melambaikan tangan. Begitu anggun hingga mampu mengalihkan perhatian Abang Supir. Sampai-sampai Sang Supir rela menginjak rem dan memberhentikan mobilnya tepat di depan saya. Ah sebegitu terpesonanya kah sang supir dengan lambaian tangan saya? Hehe


Saya tundukan kepala agar terlihat wajah sang supir. "Gn. Bunder mang?" tanya saya menyebutkan tempat yang dituju. "Ke Segog ini mah" jawab sang supir. Segog? wah, nggak nyampe ke lokasi dong. Segog itu pangkalan angkot yang berada diperbatasan desa Cibening dengan desa Gn. Bunder. Jadi kalau naik angkot jurusan Segog, terpaksa mesti jalan kaki sekitar 100 meter ke lokasi (maklum jalur menanjak arah ke Curug).Tapi nggak apa-apalah, jalan kaki juga sebentar mumpung masih pagi.


Di perjalanan, saya cuma memikirkan materi yang akan saya bawakan nanti. Sesekali saya perkuat pesan apa yang hendak saya sampaikan pada para peserta nanti. Ada kekhawatiran lain juga, yaitu mengenai materi yang belum saya komunikasikan dengan operatornya. Pasalnya semua materi dalam bentuk slide power point yang ditampilkan dengan infocus.


Kejadian yang cukup mengkhawatirkan adalah mengenai slide-slide yang hendak ditampilkan. Setelah saya copy ke laptop operator, ternyata tidak semua gambar dapat ditampilkan karena ada beberapa yang error/ rusak.  Huh.. saya menghela nafas. Ah, kalau nggak bisa ditampilkan, ya dijelaskan saja, pikirku sederhana. Memang dalam kondisi seperti ini harus extra cepat. Segala tindakan harus segera diambil dengan cepat agar acara berjalan dengan lancar.


--> Materi pun saya sampaikan dengan segenap kemampuan. Saya hanya berharap kekurangan ini bisa menjadi pelajaran berharga buat saya agar lebih baik lagi di kemudian hari. Mempersiapkan segalanya dengan matang. Mengecek segala keperluan, apakan sudah berfungsi dengan baik atau tidak. Semuanya tergantung pada ketelitian kita nantinya.

0 komentar:

 

Free Music