Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Rabu, 12 September 2012

The Undercover Stories Firman in Solo



Sedikit pencerahan tentang kasus Terorisme perihal penangkapan FIRMAN pada #KasusSolo yang tidak dimuat di media manapun. Dikabarkan bahwa doi lah yang membonceng peluku kasus penembakan di Solo. Berikut kisahnya yang diceritakan oleh Pytm dari sumber
---------------
Sy mau cerita sedikit tentang Kejanggalan #KasusSolo. Diantaranya penangkapan Firman yg terlalu dibesar-besarkan. FIRMAN PUNYA ALIBI. Sedikit mengingatkan tentang tanggal kejadian #KasusSolo.

PENEMBAKAN PERTAMA tgl 17 AGUSTUS 2012
PELEMPARAN GRANAT tgl 18 AGUSTUS 2012 pas malam takbiran.
Kejadian PENEMBAKAN TERAKHIR tanggal 30 AGUSTUS 2012

Sy ga ngebahas beda senjata antara saksi&polisi, pelaku yg dipaksakan dll. Meskipun awalnya #KasusSolo adl balas dendam seorg mantan Brigadir polisi berinisial N yg dipecat secara tdk hormat,& lalu mulailah drama. Firman pd #KasusSolo adalah pemuda 20th lulusan pesantren Ngruki tahun 2010 yg bersemangat dalam mengaji dan seorang hafidz qur'an. Ibu Firman #KasusSolo berasal dari keluarga yg mengerti agama, asli Garut dan kemudian menetap di Kopo Bandung. Firman #KasusSolo, selain rajin mengaji, dia pun suka main game, baik komputer maupun PS. Hobi juga nonton TV. Hanya seorang pemuda biasa.  


Pd #KasusSolo, selain Firman, ada juga pelaku yg ditangkap bernama Bayu. Sy tdk tahu info lebih banyak tentang Bayu yg beda kesaksiannya. Bayu #KasusSolo hanyalah mantan cleaning service di pesantren Ngruki yang dipecat karena tindakannya yang tidak baik. Nah Firman #KasusSolo ini mendapat dakwaan yang sangat berat. EKSEKUTOR padahal sebelumnya dia hanya dituduh sbg pengintai saja.Kok bisa? Eksekutor #kasusSolo yg dituduhkan pd Firman yaitu pengendara motor yg membawa penembak. Kesimpulannya, Firman hrs ada di Solo kan?

Padahal saat kejadian #KasusSolo (tgl 17 AGUSTUS 2012 dan 18 AGUSTUS 2012) Firman SEDANG TIDAK di Solo. Salah tangkapkah? Tgl 17 AGUSTUS 2012 01.00 FIRMAN TIBA DI GARUT.
Selama tanggal 17-24/8 Firman #KasusSolo berada di rumah bibinya di Garut & TIDAK pernah keluar rumah. Kerjaannya ya cuma main PS&nonton. Jadi Firmankah pelaku penembakan #KasusSolo tanggal 17-18/8? Tdk masuk akal. Waktu itu kepulangan Firman utk merayakan Lebaran dgn kel.


Tanggal 24/8 Firman #KasusSolo pulang ke Bandung ke rumah ibunya di Kopo. IA DISANA SAMPAI TANGGAL 1 SEPTEMBER 2012 SEDANG PENEMBAKAN KETIGA 30 AGUSTUS 2012.


Jadi apakah mungkin pengendara motor #KasusSolo itu Firman yg berada di dua tempat sekaligus? Firman punya alibi.

Tanggal 1 SEPTEMBER 2012 Firman #KasusSolo PERGI KE PESANTREN IBN SINA DI TASIK UNTUK MENGAMBIL BAJUNYA dan 2 SEPTEMBER 2012 KEMBALI LAGI KE BANDUNG.

Tanggal 4/9 jam 20.00 Firman #KasusSolo sampai di Depok di rumah bibinya. Tgl 5/9 pagi terjadi penangkapan yg sangat tdk manusiawi. Malam sehari sebelum penangkapan Firman #KasusSolo, dia mendapat telepon yg menanyakan lokasi dirinya. Telepon diterima pd pukul 22.00. Yang #miris adalah saat2 penangkapan Firman #KasusSolo terjadi. Firman tdk mengira dia menjadi DPO,yg katanya diikuti dr Garut hg Depok. Di rumah Depok saat penyergapan #KasusSolo itu, dihuni suami-istri, 3 anak masing2 kls 2SMP,8 th,&1,5th ditambah Firman. Dalam radius 50m, seluruh penghuni perumahan itu telah dievakuasi Densus88 kecuali rumah keluarga Firman #KasusSolo."Ga usah!" kt polisi. Penyergapan Firman #KasusSolo terjadi pagi sekali. Gerbang rumah hook itu pun masih terkunci. Tidak ada yg menyangka krn Firman biasa sj. Para densus penyergap terduga #KasusSolo itu sudah dalam posisi siaga dgn senapan laras panjang masuk melalui pagar. Di sekeliling&atas. #KasusSolo Laras senapan densus88 itu benar2 panjang hingga ujungnya hanya berjarak 30cm dr teras rumah. Sandiwara penyergapan #KasusSolo dimulai dengan menembaki 2buah rumah di depan rumah Depok yg katanya diduga Firman bersembunyi disitu. Padahal 2 rumah itu kosong karena sedang dibangun. 


Keluarga menduga harapan penyergap, Firman lari kemudian ditembak. Padahal saat itu Firman #KasusSolo ada di rumah Depok. Masa polisi ga tau? Kan diintai? Kan DPO? Dlm rumah suasana tak kalah genting. Semua gemetar. Utk mengalihkan perhatian, 2 anak (8th&1,5th), diajak bercanda o/ orgtua. Polisi penyergap #KasusSolo memerintahkan utk semua penghuni keluar. Pertama sang bpk yg diminta membuka kunci gerbang. si bpk langsung menggendong anak 1,5th. sementara semua moncong diarahkan pd mereka termasuk pd anak8th yg histeris ketakutan. si ibu gemetar amat ketakutan di depan moncong senapan yg hanya berjarak 30m. anak yg paling besar pun gemetar. Melihat si anak histeris krn moncong senapan diarahkannya, timbul keberanian si ibu,

"Turunkan senjata! Kami bukan penjahat!"
"Sebenarnya kalian mau menangkap siapa? Kami bukan pencuri! Kami bukan penjahat!" tanya si bpk sambil gemetar.

Singkat cerita, Firman yg diminta bersembunyi disuruh keluar tanpa perlawanan&lemas-sama sekali tak menduga. para densus88 ini tidak membawa surat penangkapan. menggeledah seluruh rumah. Mereka mengambil laptop Firman. Mereka nyaris membawa laptop si bpk yg langsung menahan dan akhirnya tdk jadi dibawa. Yang lucu, dompet si ibu &anak gadis smpnya diperiksa jg & uang mereka hilang (ibunya 300rb &anaknya 60rb sisa angpao lebaran). Terakhir pas ingat, si ibu menemukan dompetnya dalam tong sampah. Mereka dikurung 2 hari dlm rumah. Si ibu sempat sesak napas sementara dr polisi menunggu persetujuan. Beruntung bpk walikota Depok&dr puskesmas datang menolong. Sebagai org awam & seorang ibu yg melihat penyergapan #KasusSolo ini, bgmn trauma yg dialami ke3 anak yg msh kecil? Mereka BUKAN teroris.

-----
Dari penjelasan di atas, mudah-mudahan memberikan wawasan kita semua terkait kasus terorisme yang semakin menyudutkan Islam dan Kaum Muslimin. Khususnya bagi para pengemban dakwah yang berjuang menegakan hukum-hukum-Nya di muka bumi ini.

0 komentar:

 

Free Music