Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Selasa, 25 September 2012

Surat Untuk Adikku


Saya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara. Adik pertama saya cowok umurnya sekitar 18 tahun, Tedi namanya. Dan yang paling bontot perempuan, Vina Oktaviani yang oktober nanti genap 10 tahun. Ia baru duduk di kelas 4 SD. Saya menaruh harapan besar pada mereka berharap bisa menjadi orang yang jauh lebih baik dari kakaknya, baik dari segi intelektual, penghasilan dan berbagai hal lainnya. Tentunya dari ketaatan kita kepada Allah adalah yang harus diutamakan.

Minggu kemarin, adik saya mengirim sms singkat. Ia menanyakan tentang sepatu yang biasa saya gunakan ke tempat kerja.


A.. sepatu yang biasa dipakai belinya dimana?” tanyanya singkat. Heemm, ngapain tuh anak nanya-nanya sepatu segala, pikirku saat membaca pesan singkatnya di layar hp.


Oh, sepatu yang biru ya? Itu pemberian dari pabrik, waktu Aa kerja di Depok...” jawabku sambil mengingat-ingat sepatu yang dulu saya dapatkan sewaktu bekerja di salah satu perusahaan Elektronik besar di Indonesia.


Seolah tau pikiran dia yang mungkin sedang mencari sepatu yang sama, saya menambahkan, “Kalau beli, ada di Stasiun Depok Baru harganya Rp. 35.000 pas.”


Oh.... A... tedi udah kerja sama teman di salah satu pusat perbelanjaan di Bogor. Jadi butuh sepatu buat kerja.” lanjutnya.


Wah hebat tuh, kalau mau pakai aja sepatu yang ada, nanti kalau udah gajian baru beli..” hehe dasar kakak nggak berperikemanusiaan. Bukannya dibantu beliin tuh adik, malah di suruh beli sendiri

Sengaja saya bilang begitu biar dia nggak terlalu berharap bahwa nanti juga dibeliin kakaknya. Jadi dia merasa nanti nggak ada tanggung-jawab.


Ada dua pemahaman dengan jawaban saya di atas. Pertama, sepintas kalau dibaca saya merupakan kakak yang nggak sayang sama adiknya. Terlihat nggak peduli gitu. Kedua, Saya katakan, “nanti kalau udah gajian baru beli”. Ini bermakna bisa adik saya yang gajian, trus gaji pertamanya dibelikan segala keperluan untuk dia bekerja atau pas saya gajian, saya membelikannya gitu :)


Ya, kita lihat saja nanti kisah selanjutnya. Yang jelas, Kakak selalu berdoa semoga kamu bisa mandiri dan semakin banyak belajar dari hidup ini guna kebaikan bagi masa depanmu. Jangan pernah menyerah menantang dunia. Gapailah cita-citamu setinggi-tingginya dan kakak akan selalu mendukungmu dari belakang. ^_^


Salam sayang dari Kakakmu

0 komentar:

 

Free Music