Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Senin, 03 September 2012

Selalu Santun, Sabar dan Lembut Kepada Sesama Muslim





Salah satu karakter umat Baginda Rasulullah SAW/kaum Mukmin yang Allah SWT lukiskan dalam Alquran adalah bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan saling berkasih-sayang/ berlemah-lembut di antara sesama Mukmin; selain pada wajah-wajah mereka terdapat bekas sujud kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman (yang artinya): Muhammad Rasulullah dan orang-orang yang bersama dia itu biasa bersikap keras terhadap orang-orang kafir dan selalu saling berkasih-sayang, bersikap lemah-lembut di antara mereka; engkau lihat mereka ruku' dan sujud karena mengharap karunia dan keridhaan Allah serta pada wajah-wajah mereka terdapat bekas sujud (TQS al-Fath [48]:29).

Karakter lainnya dari kaum Mukmin adalah —sebagaimana yang Allah SWT firmankan— mampu menahan amarah serta biasa member maaf kepada manusia (QS Ali Imran [3]: 134); mudah memberi maaf, biasa memerintahkan kemakrufan dan selalu berusaha berpaling dari orang-orang bodoh (QS al-A'raf [7]: 199); biasa menolak keburukan dengan kebaikan (QS asy-Syura [42]:43); dsb.

Ada riwayat bahwa saat turun firman Allah SWT kepada Baginda Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan kepada beliau untuk memberi maaf manusia, memerintahkan kemakrufan dan berpaling dari orang-orang bodoh (QS al-A'raf [7]: 199). Beliau berkata kepada Malaikat Jibril as.,"Apa maksudnya ini, wahai Jibril?" Malaikat Jibril as menjawab, "Sesungguhnya Allah SWT telah memerintah engkau agar memaafkan orang yang telah menzalimi engkau, memberi kepada orang yang tak pernah memberi kepada engkau dan menyambungkan silaturahmi kepada orang yang memutuskan silaturahmi dengan engkau." (Muhammad 'Alan, Dalil al-Falihin, III/73).

Terkait itu pula, Ibn 'Abbas ra menuturkan bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda kepada Asyaj Abdul Qays (Mudzir bin 'Adzil), "Sesungguhnya dalam dirimu ada dua hal yang Allah sukai: kelemahlembutan dan kemurahanhati."(HR Muslim).

Ya, karena memang Allah SWT adalah Zat Yang Mahalembut.Tentang ini, Ummul Mukminin Aisyah ra menuturkan bahwa Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sesungguhnya Allah itu Mahalembut dan menyukai kelemahlembutan dalam seluruh perkara." (HR Mutaffaq 'alaih).

Karena sifatnya Yang Mahalembut, Allah SWT memberi sesuatu yang amat istimewa kepada siapa saja yang memiliki kelemahlembutan, sebagaimana sabda Baginda Rasulullah SAW, "Sesungguhnya Allah Mahalembut dan menyukai kelemahlembutan; Dia memberi kepada orang yang bersikap lemah-lembut sesuatu yang tidak diberikan kepada orang yang bersikap kasar." (HR Muslim).

Tentang keutamaan bersikap lemah-lembut, Rasulullah SAW bahkan menyebut sifat ini sebagai hiasan segala sesuatu. Beliau bersabda, "Sesungguhnya tidaklah kelemahlembutan itu menempel pada sesuatu kecuali ia menjadi hiasan bagi sesuatu itu. Tidaklah pula kelemah-lembutan itu dicabut dari sesuatu kecuali yang tersisa adalah cela." (H R Muslim).

Dalam sebuah riwayat di kisahkan bahwa pernah ada seorang Arab pedalaman yang kencing di masjid. Lalu bangkitlah orang-orang untuk menghardik dan memarahi orang itu. Lalu Baginda Nabi SAW bersabda, "Biarkanlah dia dan kalian sirami saja air kencingnya dengan air. Sesungguhnya kalian dibangkitkan itu untuk menjadi orang-orang yang selalu memberikan kemudahan, bukan untuk menciptakan kesulitan."(HR al-Bukhari).

Dengan redaksi yang berbeda, beliau juga pernah bersabda, "Mudahkanlah urusan orang, jangan mempersulit. Gembirakanlah mereka, jangan membuat mereka benci."(H R Mutaffaq 'alaih).

Jarir bin 'Abdillah ra juga menuturkan, "Aku pernah mendengar Baginda Rasulullah SAW bersabda, 'Siapa saja yang tidak memiliki kelemahlembutan, berarti ia telah menghilangkan seluruh kebaikan.'(HR Muslim).

Dalam riwayat lain disebutkan, bahwa ada seseorang yang berkata kepada Baginda Nabi SAW, "Nasihatilah aku." Lalu beliau bersabda, 'Jangan marah!" Orang itu mengulangi lagi permohonannya. Beliau tetap bersabda, 'Jangan marah!"(HR al-Bukhari).

Di antara keutamaan lain dari sikap lemah-lembut adalah bisa menyelamatkan orang yang memiki sifat ter¬sebut dari azab neraka. sebagaimana dituturkan oleh Ibn Masud ra, Baginda Rasulullah SAW pernah bersabda, "Maukah kalian aku kabari orang yang diharamkan masuk neraka atau api neraka tidak akan menyentuh dirinya? Neraka itu diharamkan atas siapa saja yang selalu dekat dengan orang-orang (dengan sifat lemahlembutnya) Serta biasa memenuhi kebutuhan orang lain dan selalu berusaha memudahkan urusan mereka."(HR at-Tirmidzi).

Semoga Allah SWT menjadikan diri kita sebagai orang yang selalu memiliki sikap santun dan lemah¬lembut kepada sesama kaum Muslim dan bukan menjadi orang-orang yang kasar.
Amin.

Wa ma tawfiqi illa bilLah!



[Ust. Arif B. Iskandar]

0 komentar:

 

Free Music