Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Rabu, 19 September 2012

Jangan Ganggu Aku


Dalam suatu penerbangan panjang melintasi Samudra Atlantik, dua orang pria duduk berdampingan. Seorang diantaranya memperkenalkan diri sebagai orang Dewan. Mendengar cara mengenalkan diri yang ganjil ini, maka yang disalami pun menyambut, “Saya orang biasa”.

Selanjutnya, sekitar dua jam mereka tak banyak bicara. Apalagi si orang Dewan sibuk sendiri memainkan tablet (bukan obat cacing, tapi jenis handphone yang mutakhir). Dan si orang biasa pun asyik dengan membaca buku “Tell Me No Lie”, yaitu buku dengan format novel yang dipegangnya, dan sementara sudah tiga kali menguap tanda mengantuk.


Eh, tiba-tiba si orang Dewan memiringkan badan ke arahnya dan bertanya, “Apakah mau mengisi waktu senggang ?”. “Just for fun”. Si orang biasa menguap lagi, dengan sopan ia menjauh dan bersandar di jendela sembari mengedip-ngedipkan matanya. Si orang Dewan masih mendesak. 
 
Katanya, “Ini permainan gampang, kok. Pasti menyenangkan”.
 
Lalu berkata lagi, “Saya ajukan satu pertanyaan, kalau you bisa jawab, saya bayar $5. Atau sebaliknya, you Tanya, saya nggak bisa jawab, you dapat $ 5”.

Kelihatan mengantuk sekali, si orang biasa mulai memejamkan matanya. Si orang Dewan belum habis akalnya. “Oke”, katanya. “Kalau you nggak bisa jawab, cukup bayar $ 5 saja. Tapi kalau saya nggak bisa menjawab, you akan saya kasih $ 100”. Bukan jumlah taruhan itu yang membuat si orang biasa tersebut melotot. Tapi merasa kenyamanannya
“diteror” melulu, dia fikir apa salahnya ikut maunya si bawel ini. 
 
Pertanyaan si orang Dewan, “Berapa jarak dari bumi ke bulan ?”. 
 
Sang orang biasa tak menjawab, tapi merogoh sakunya untuk ambil dompet. Tanpa bicara, dia serahkan $ 5.

Giliran si orang biasa bertanya, “Apa yang naik bukit berkaki tiga, dan turunnya berkaki empat ?”. 
 
Si orang Dewan sempat melongo disodori teka-teki ini. Dia lalu pencet tabletnya dan mencari semua referensi. Bahkan dia sampai berselancar ke perpustakaan dunia. Song bin kosong. Frustasi, kemudian dia kirim e-mail kepada semua mitranya. Hasilnya : nil bin nihil. 
 
Rambutnya awut-awutan sudah. Sekitar satu jam berlalu, dia bangunkan sang orang biasa menyerahkan $ 100. Si orang biasa menerima dengan sopan, dan merebahkan badannya isyarat mau tidur lagi. Si orang Dewan ya gregetan ya penasaran, menyalami si orang biasa, dan bertanya,

Ngomong-ngomong, apa sih jawaban teka-teki tadi?”. 
 
Tanpa bicara sepatah kata pun, si orang biasa mengambil dompet dari sakunya. Dia comot uang $ 5 menyerahkannya pada si orang Dewan. Lalu dia tidur kembali. [diambil dari cerita teman di FB]

0 komentar:

 

Free Music