Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Sabtu, 11 Agustus 2012

Trus Gue Harus Peduli Gitu?





Kita sama – sama mengetahui bahwa sudah beberapa bulan terakhir umat Islam di berbagai Negara sedang mengalami penindasan, bukan hanya di palestina yang kasusnya belum juga usai, umat islam kini harus dihadapkan dengan kedzoliman dari para penguasa – penguasa fasik dank kafir. Di suria, kekejaman yang dilakukan oleh penguasa syiah nushairiyah Bashar Assad merenggut jutaan nyawa kaum muslimin.



Di Palestina sudah tidak bisa didihitung lagi berapa nyawa kaum muslimin yang syahid melawan segerombolan tentara zionis yang tiada henti – hentinya merebut paksa pemukiman penduduk palestina, dan di berbagai negeri muslim lainnya. Yang terakhir adalah kasus penindasan yang diterima oleh saudara kita, muslim Myanmar di wilayah maungdhaw yang dilakukan oleh kaum kafir extrimis budha. Pemerintah setempat pun diam seribu bahasa, malah menyalahkan minoritas muslim rohingya yang menurutnya adalah imigran gelap asal Bangladesh, dan harus diusir dari wilayah mereka. Negara tetangga pun enggan menolongnya, terlebih lagi Dunia seperti bisu, buta, dan tuli. PBB tidak bisa berbuat apa – apa, penguasa – penguasa negeri yang penduduknya mayoritas muslim pun tidak bisa berbuat apa – apa. Amerika yang merupakan Negara penjunjung Hak Asasi Manusia, nyatanya tak bersuara.

Muslim Rohingya yg dibakar
Masih teringat jelas bagaimana tanggapan PBB mengenai pelarangan pendirian gereja illegal GKI YASMIN di Bogor beberapa waktu lalu. PBB menyebutkan bahwa umat Islam Indonesia termasuk penduduk yang memiliki tingkat Intoleransi tinggi. Padahal kita tau, GKI YASMIN yang akan dibangun itu tidak memiliki izin ynag sah dan banyak aksi pembohongan kepada warga sekitar tempat pendirian gejera tersebut. Kalau masalah pelarangan gereja illegal disebut sebagai tindakan Intoleransi umat Islam terhadap kaum minoritas di Indonesia, bagaimana dengan di Prancis yang melarang wanita muslim untuk memakai cadar ? Bagaimana dengan di Jalur Gaza ? Umat Islam dibantai oleh para zionis yahudi yang menguasai daerah tersebut. Kekerasan aparat pemerintah di China terhadap etnis muslim Uighur, dan apakah yang dialami oleh muslim rohingya di Myanmar itu bukan suatu tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh kelompok mayoritas terhadap kelompok minoritas ? juga masih banyak kasus lainnya menimpa umat islam yang semua itu termasuk kedalam pelanggaran HAM berat.

Lantas, pantaskah kita berdiam diri melihat semua yang terjadi terhadap umat ini ? Apa hanya karena skat nasionalis antar Negara lalu kita mengabaikan seruan Allah dan Rasul–Nya ?

“Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR. Muslim).

“Siapa yang menyelesaikan problem seorang mukmin di Dunia maka Allah SWT. akan menyelesaikan problemnya di Akhirat, siapa yang memudahkan orang yang kesulitan maka Allah SWT. akan memberikan kemudahan kepadanya di Dunia dan Akhirat, siapa yang menutupi aib saudaranya se-iman maka Allah SWT. akan menutupi aibnya di Dunia dan Akhirat, dan Allah SWT. senantiasa akan menolong hambanya selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain, tidak boleh ia menzalimi dan membiarkannya (dalam bahaya), siapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya maka Allah akan memenuhi kebutuhannya”. (HR. Bukhari dan Muslim).

Boleh jadi, kesulitan dan musibah yang terjadi, yang kita alami salah satunya karena ketidak peduliaan kita terhadap saudara – saudara kita yang menjerit kesakitan. Tidurnya tak pernah nyenyak, selalu dibayang – bayangi ketakutan akan musuh yang kapan saja bisa datang menerkam. Setiap hembusan nafasnya selalu diawasi oleh rudal – rudal yang mengintai. Langkah kakinya dipenuhi rasa cemas penuh waspada, delik matanya selalu mengintai kesetiap sudut – sudut ruang yang dilewati, jantungnya berdegup kencang dipenuhi rasa khawatir. Satu yang mereka harapkan, mendapatkan pertolongan Allah, bilapun harus mati, matipun dalam keadaan yang diridhoi Allah.

Andai kita mengalami seperti saudara – saudara kita di luar sana, mungkin tiada lagi canda tawa untuk hari ini dan seterusnya.

So, perlukah kita perduli terhadap kondisi umat ini ? jawabannya ada pada anda yang memiliki hati. [diambil dari tulisan teman di FB/ maaf lupa linknya]

0 komentar:

 

Free Music