Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Rabu, 20 Juni 2012

Yakinlah Pasti Bisa



Seekor belalang telah lama terkurung dalam sebuah kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya tersebut. Dengan gembira ia melompat-lompat menikmati kebebasannya. Di perjalanan ia bertemu dengan seekor belalang lain. Namun ia keheranan kenapa belalang itu bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran ia menghampiri belalang itu, dan bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia ataupun bentuk tubuh?”

Belalang itupun menjawabnya, “Dimanakah kau selama ini tinggal? Karena semua belalang yang hidup dialam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan”.Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang selama ini membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Dalam aktivitas dakwah misalkan. Kadang saat melihat teman-teman seperjuangan mereka begitu tinggi tsaqofahnya. Cara mereka berdakwah, menyampaikan ide-ide tentang Islam jauh lebih baik dibandingkan saya. Mengapa demikian? Mungkin karena saya tidak mau mencoba dan melakukan hal yang sama seperti mereka lakukan. Mereka memberikan porsi untuk dakwah justru lebih banyak dibandingkan saya. Bahkan ada salah seorang yang mengatakan, di antara mereka ada orang-orang yang mewakafkan dirinya hanya untuk Islam. Mereka menggunakan seluruh waktu, harta dan tenaganya hanya untuk dakwah.


Saya tertunduk malu jika mendengar kata-kata tersebut. Karena sampai saat ini, saya belum bisa melakukan yang terbaik untuk Islam. Aktivitas dakwah yang saya lakukan belum seberapa. Masih terlalu banyak porsi waktu yang saya habiskan untuk diri pribadi, baru sisanya untuk mengurus umat. Lalu pantaskah saya dimasukan ke dalam orang-orang yang memperjuangkan Islam. Lalu berhak atas imbalan berupa keridhaan-Nya.

Tidakkah kita pernah mempertanyakan kepada hati nurani bahwa kita bisa “melompat lebih tinggi dan lebih jauh” kalau berkenan menyingkirkan “kotak” itu? Tidakkah kita ingin membebaskan diri agar bisa mencapai sesuatu yang selama ini dianggap diluar batas kemampuan yang kita miliki? Ayo,, Rise your potensi...!!!

0 komentar:

 

Free Music