Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Kamis, 21 Juni 2012

Ayo Ngaji..!!!


"Jadi saya harus gimana bang?" tanya seorang teman yang sedang bingung. Materi kuliah yang belum ia pahami membuat dirinya berontak. Ingin bertanya pada sang dosen,  malu. Dia takut nanti malah kena semprot lagi. "Nanti kita bahas setelah ini selesai" . Ternyata jawaban saya tak membuatnya puas, "Itu dia masalahnya bang, saya itu kurang dalam pemahaman Islamnya. Maknya kasih tau dong." pintanya. 


Sedikit saya berkomentar tentang diskusi dengan dosen barusan yang sempat menggemparkan seisi ruang kuliah sore itu. Pasalnya sang dosen memberikan statment bid'ah kepada beberapa kelompok, ormas dan golongan yang dinilai tidak beramal sesuai tuntunan Rasulullah Saw.

"Bukan maqom saya untuk menanggapi masalah tadi, karena tidak sembarangan kita memperkarakan masalah furu'iyah (cabang). Saya merasa belum mampu menghadirkan dalil-dalil yang lebih shahih untuk menanggapi sang dosen." jelas saya

"Tapi abang pasti tahulah masalah tadi?" tanyanya. "Kenapa abang nggak berani mengemukakan pendapat yang benar, yang menurut abang shahih." desaknya.

Sayangnya saya tidak punya cukup dalil yang kuat untuk menanggapi sang dosen. Bukan karena saya nggak suka lantas membenci setiap perkataannya. Bukan. Bukan itu. Hanya saja memang ada pernyataan yang saya katakan terlalu cepat mengambil kesimpulan. seperti mengatakan orang-orang yang tahlilan bid'ah, yasinan bid'ah, yang merayakan maulid nabi dan isra mi'raj bid'ah. Rasulullah Saw. tidak pernah mengajarkan  perkara yang demikian. Sampai pada akhirnya mengkafirkan mereka karena bukan termasuk ahlu sunnah wa al-Jama'ah.

"Makanya NGAJI, biar tahu tentang Islam." sambungku dengan pernyataan di awal. "Yang bang masa saya harus pulang ke rumah, tanya nenek kalau saya itu pengen ngaji?" tanyanya repetisi. "Trus masalah buat lo?" jawabku sedikit ikut-ikutan tren remaja saat ini. Ssst.. ini cuma gurauan aja kok hehe.. Jangan disangka saya ikutan alay kayak anak lebay yah.

"Saya pengen dari abang aja deh, jelasin sekarang juga biar saya jadi ploooong gitu pas pulang ke rumah." pintanya. "Trus maksud lo, aku nya mesti bilang Wow gitu?" lagi-lagi saya selingi dengan candaan.hehe. Biar ga terlalu tegang gitu.

"Oke, hal yang perlu digaris bawahi bahwa kita sebagai seorang Muslim tidak berhak mencap Muslim yang lain sebagai kafir hanya karena perbedaan mazhab, gerakan atau golongan. Tidak boleh kita mengatakan mereka kafir, bid'ah dll. Karena yang berhak menyatakan itu adalah Allah Swt.

Jika perbedaan itu sudah termasuk dalam perkara akidah, maka baru bisa dikatakan kafir. Itu pun sudah melalui proses kroscek yang benar. Seperti misalnya menyalahi ayat Allah dalam perkara shalat. Mereka yang menyatakan bahwa shalat itu cukup di hati saja, itu sudah dinyatakan shalat. Ini sama saja menyalahi perintah Allah yang menyuruh kaum Muslimin untuk mendirikan shalat. Adapaun tata caranya, sama-sama sudah kita pahami dalam berbagai hadist Rasul. Di sini memang banyak perbedaan, karena para shahabat tidak selamanya shalat bersama Rasul dalam setiap kondisi. Bisa saja seorang shahabat pernah shalat di padang pasir yang tandus, sehingga wajah mereka terlihat kotor hingga di akhir salam mengusap wajahnya. Adapula para shahabat yang shalat bersama Rasul di Masjid dan di akhir salam tidak mengusap wajah, karena lantainya memang bersih.

Inilah salah satu contoh yang menyebabkan khilafiah di kalangan kaum Muslimin hingga sekarang. Padahal jika mereka benar-benar teliti, tentu ada bahaya yang seharusnya mendapat perhatian khusus kaum Muslimin.Di saat mereka memperdebatkan antara qunut shubuh dan yang tidak pakai qunut, justru yang menang adalah mereka yang tidak shalat shubuh.

Sebelum kita lanjut, mending shalat isya dulu yuk!!" ajak ku. "Tapi abang janji ya, harus menjelaskan pada saya tentang Islam." pintanya pada saya. Iya, besokkan bisa." jawabku. "Saya nggak mau nunggu besok, saya maunya sekarang bang, belum tentu besok kita masih ada waktu." jawabnya memaksa. Saya tersentak dengan perkataannya barusan. 

"Malam ini saya harus pulang." jawab saya. "Yah si Abang kayak anak kecil aja, masa jam segini udah mau pulang?" tanyanya. "Malam ini saya harus pulang ke Bogor karena besok banyak acara dan keperluan yang harus saya lakukan.Perjalanan dari Depok-Bogor kira-kira 2 jam. Jadi sampai rumah bisa sampai jam 10 malam. Insya Allah jika niat kita baik Allah pasti memberikan kemudahan pada kita."pintaku. "Oke bang, kita agendakan besok untuk melanjutkan diskusi ini. Hati-hati ya Bang." harapnya. "Insya Allah" jawab saya.

----

Ya, Allah permudahkanlah urusan hamba. Allahumma yaasir ummurana.  

0 komentar:

 

Free Music