Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Rabu, 02 Mei 2012

Management Aksi

Bersatu, Bergerak, Tegakan Ideologi Islam
Masih bercerita tentang kegiatan Training Pembebasan kemarin di UI. Ada sebuah moment yang tak terlupakan saat itu, dimana setelah penyampaian materi ba'da shubuh yang disampaikan oleh---- dengan materi  Mengenal Ideologi Dunia. Ada sebuah sesi yang dinamakan dengan Management Aksi yang dipandu oleh Bang Pepei--. Hanya saja tempat yang kami gunakan bukan lagi Aula Masjid, melainkan halamannya yang terletak di pinggir danau.



Suasana pagi yang sangat sejuk tentu menambah semangat kami dalam melangkah. Intruksi para panitia untuk mengalihkah semua peserta agar segera keluar dari masjid. "Kita akan pergi ke tepi danau yang ada di sebelah kanan Masjid karena tempat ini (Masjid dan Aulanya akan dipakai lomba oleh adik-adik kita dari TK. Saat hendak keluar memang sudah terlihat para akhwat berjilbab rapi. Mereka akan membimbing anak-anak TK yang akan berlomba ini. Terlihat kesibukannya untuk mengatur dan mempersiapkan acara dengan sebaik mungkin.


Sebelumnya saya sempatkan untuk mampir ke tempat wudhu guna membasuh muka (sekalian wudhu sih) agar nggak keliatan banget belum mandinya :D. Saat melewati gerbang masuk, ternyata banyak sekali pedagang kaki lima di seputar areal parkir. Terlihat seperti ada hajatan seperti di kampung saya yang tuan rumahnya nanggap dangdut atau hiburan.


Melewati jajaran penjual makanan cukup bikin ngiler. Perut yang keroncongan tanda peringatan bahwa saat ini udah waktunya sarapan. Sayangnya, belum diagendakan untuk para peserta sarapan, karena masih ada agenda lain yang harus diikuti.



Sesampainya diujung parkiran pinggir danau, kami duduk melingkar mengitari ujung jalan parkiran. Beruntung orang-orang yang membawa kendaraan mencari tempat lain untuk memarkirkan motornya, karena memang tempatnya sudah kita pakai di bagian ujung.


Panitia mempersilakan pada Bang Pepei untuk memandu sesi dengan tema Management Aksi. Aktivitas wajib yang dilakukan para mahasiswa guna mengamalkan salah satu perintah Allah dalam firmannya:


Kalian adalah sebaik-baik ummat yang dilahirkan untuk manusia dalam rangka melakukan amar makruf nahi munkar." (TQS. Ali Imran: 110)


"Yaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh kemakrufan dan mencegah kemunkaran. (TQS al-Hajj: 41)


"Hendaknya ada diantara kalian segolongan ummat yang menyeru kepada al-khair (Islam). serta memerintahkan kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (TQS. Ali Imran: 104)


Demikian juga, terdapat banyak hadits yang menunjukan tentang amar makruf nahi munkar:
"Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, hendaknya kaian memerintahkan kemakrufan dan mencegah kemunkaran, atau Allah benar-benar akan menjatuhkan adzab dari sis-Nya kepada kalian, kemudian kalian berdoa kepada-Nya, sementara doa kalian tidak dikabulkan" (HR. Ahmad dari Hudzaifah)


"Siapa saja dari kalian yang menyaksikan suatu kemunkaran, hendaknya mengubah kemunkaran itu dengan tangannya, jika tidak mampu, hendaknya mengubah dengan lisannya; jika tidak mampu juga, hendaknya mengubahnya dengan kalbu. Yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim dari Abu Said)


Juga hadits yang diriwayatkan oleh Ummu Athiyah dari Abu Said, mengatakan, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: "Jihad yang paling utama adalah mengatakan kebenaran di hadapan penguasa yang dzalim."


Lalu berdasarkan sebuah hadits shahih yang berasal dari Rasulullah, beliau bersabda:
"Pemimpin para syuhada adalah Hamzah bin Abdul Muthalib dan seorang yang berdiri di hadapan penguasa yang dzalim, lalu ia memerintahkan (dengan kemakrufan) dan melarangnya (dari kemunkaran). kemudian penguasa itu membunuhnya."

Dalam Sirah Ibnu Hisyam disebutkan bahwa Rasulullah Saw., ketika para Shahabat memprotes Beliau dengan keras pada saat Perjanjian Hudaibiyah. Ada juga Hubab bin al-Mundzir ketika memprotes Beliau atas pemilihan tempat pasukan (pada Perang Badar). Hingga pada akhirnya Beliau mengikuti pendapat Hubab al-Munzir. Demikian juga para shahabat memberikan pendapatnya kepada Rasulullah untuk keluar dari kota Madinah dalam rangka menghadang pasukan Quraisy dalam Perang Uhud.
 
Pada masa Khulafaur Rasyidin, bagaimana Para Shahabat juga pernah mengoreksi Khalifah Umar bin Khatab tentang pembagian selimut buatan Yaman. Seorang wanita juga memprotes Khalifah Umar karena beliau melarang pembatasan mahar. Begitu pula shahabat yang lain juga memprotes Khalifah Umar karena tidak membagi tanah Irak setelah dibebaskan. Ada juga Ali bin Abi Thalib yang memprotes Khalifah Utsman bin Affan tentang mendahulukan ibadah haji sebelum umrah.


Ayat, Hadits mapun Ijma Shahabat di atas semata-mata merupakan kewajiban kaum Muslim dalam melakukan amar makruf nahi munkar, mengoreksi para pejabat pemerintah (muhasabah al-hukam), serta menyampaikan nasihat dan masukan kepada mereka. Sebab semua itu hukumnya wajib bagi kaum Muslim.

0 komentar:

 

Free Music