Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Kamis, 10 Mei 2012

Hikmah di Balik Sakit



Saat hendak pergi mengaji dengan naik angkot ke arah lwliang Bogor. Di angkot saya disapa oleh sesorang yang belum pernah saya kenal. Ia menunjuk ke arah kaki saya yang sedang sakit. "udah lama kang, sakit kakinya?" Dengan sedikit kaget saya mengangguk "Iya.." sambil melihat punggung kaki saya yang memang memar.

"Saya juga pernah mengalami sakit seperti itu" ujar laki-laki yang menggunakan sarung itu. Ia bercerita hampir 12 tahun menderita luka gatal yang mengakibatkan memar pada tubuh. Saya sangat  terkejut atas penuturannya. Beruntungnya saya hanya luka pada punggung kaki sebelah kiri saja. Itupun baru 2 bulanan. Sedangkan lelaki yang berbaju koko dengan peci hitam ini mengalami gangguan kulit hampir di sekujur tubuhnya dulu.


Putus asa? Tidak. Seolah memberi pelajaran berharga pada saya, lelaki yang menggandeng tas yang cukup besar, seperti mau pindahan ini tidak menyerah terhadap rasa sakit yang ia hadapai. Ia terus mencari obat guna kesembuhan peyakit kulit dalam tubuhnya. Dari mulai salep, obat apotek, resep dokter sudah ditelannya. Bahkan oabt-obat tradisional seperti daun sereh, katepeng, dan berbagai macam rempah-rempah sudah ia rasakan. Tapi hasilnya nihil.
Hampir semua jenis obat sudah ia coba. Terakhir katanya, ia berobat ke RS. PMI Bogor yang ditangani langsung oleh dokter spesialis kulit dari Jerman. Ia diberi salep yang harganya bisa dibilang sangat mahal bila dibandingkan dengan harga pasaran. Hingga saat ia berjumpa dengan saya, rasa gatal di kulit sudah tidak pernah ia rasakan lagi.

Saya coba merenungi apa yang terjadi pada saya. Mungkin sakit yang saya derita ini merupakan teguran dari Allah agar lebih banyak lagi dalam bersyukur di kala sehat. Saya mencari-cari artikel terkait hikmah di balik cobaan sakit.

Rasulullah bersabda: “Aku mengagumi seorang mukmin karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan kesenangan ia bersyukur kepada Allah sehingga di dalamnya ada kebaikan. jika ditimpa musibah ia berserah diri (dan menjalankannya dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim)

Sakit itu menghapuskan dosa. Rasulullah bersabda: “Tidaklah seorang Muslim ditimpa ujian berupa penyakit atau lainnya, melainkan Allah menggugurkan keburukannya, sebagaimana pohon yang menggugurkan daunnya.” (HR Bukhari- Muslim)

Sakit juga meninggikan derajat. Rasulullah bersabda: “Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari  pada seorang muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan (HR Muslim). Bahkan Rasulullah menambahkan bahwasanya sakit karena demam itu akan menghindarkan seorang mukmin dari siksa api neraka.” (HR Al Bazzar).

0 komentar:

 

Free Music