Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Senin, 30 April 2012

Para Mahasiswa Pejuang Syariah dan Khilafah

Sebenarnya saya masih ragu untuk berangkat ke Depok mengikuti Training Pembebasan 1 di Aula masjid UI Depok. Terkait beberapa hal yang masih menjadi pikiran saya. Teman sekampus yang saya ajak ke acara tersebut berhalangan hadir karena harus pulang ke rumahnya di Bogor. Maksud hati ingin mengajak dia karena kebetulan bekerja di UI bersama Orang Jepang dalam membuat infrastruktur di kampus tersebut. Ya, bisa disebut asisten insinyurnya Kampus UI :)

Tidak menyerah begitu saja, saya coba hubungi teman-teman yg lain, baik sms maupun telepon. Sempat juga menginfokan di salah satu group facebook, siapa tau ada yang berminat untuk hadir. Namun sayang nggak ada satu pun yang berkomentar. Hanya ada satu orang saja yang me-like status tersebut. :(

Saya mulai memotivasi diri bahwa, ikut di acara tersebut bukan karena ada atau tidaknya teman dekat, toh nanti juga di sana akan berkumpul banyak teman-teman baru yang jauh lebih hebat. Di sana pasti saya akan punya banyak pengalaman dari kisah perjalanan hidup mereka  dalam perjuangan dakwah.

Ditambah lagi, saya yang kuliah di daerah Depok, sama sekali belum mempunyai teman yang bisa membantu aktivitas dakwah. Diharapkan dengan hadirnya di acara Training ini membantu dalam koodinasi yang solid dari teman-teman di kampus lain yang sudah memulai terlebih dahulu. Kita bisa saling bertukar pikiran, bagaimana memulai aktivitas dakwah kampus. Membuat uslub dakwah yang jitu agar terbentuk sebuah komunitas dakwah yang efektif.

Benar saja, saya yang merasa terasing awalnya langsung bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Ditambah lagi teman-teman yang hadir pun sangat bersahabat. Dalam kesempatan dimana para panitia masih sibuk mempersiapkan acara dengan sebaik mungkin, saya berkenalan dengan Dimas Gusti Randa, seorang Mahasiwa IPB.

Berawal dari perkenalan singkat menunggu acara dimulai, saya pun coba mengakrabkan diri dengannya. Darimana asalnya, bagaimana bisa ikut acara ini, naik apa ke sini hingga siapa yang mengajak untuk ikut acara ini menjadi bahan perbincangan kami. Karena sama-sama dari Bogor, tak lupa kita juga membicarakan aktivitas dakwah di sana, terutama dalam lingkup Mahasiswa

Pemuda dengan perawakan kecil ini ternyata menjabat sebagai Ketua Umum GEMA PEMBEBASAN saat ini. Saya baru menyadari saat siang hari pas jeda istirahat dari jam 10 pagi hingga dzuhur dengan Bang Pepei Dwipangga, bahwa orang yang saya ajak ngobrol ini ternyata salah satu otak di balik acara Training Pembebasan 1 ini.

Sayangnya, saya menyadari itu ketika acara hampir berakhir. Yaitu saat materi ba'da dzuhur dengan tema Problematika Ummat. Padahal banyak sekali hal yang ingin saya bicarakan terkait aktivitas dakwah ke depannya. Sesi acara ba'da dzuhur yang diawali dengan pemutaran film tentang kondisi ummat saat ini dibahas tuntas olehnya dengan sangat luar biasa. Saya cukup kagum dengan metode penyampaainnya yang sangat gamblang dan mengena terhadap kondisi saat ini. Begitu lancarnya. Sekitar 45 menit memaparkan materi yang diakhiri dengan sesi tanya jawab cukup memunculkan karakter pemimpin dalam dirinya.  Bagaimana ia membahas suatu permasalahan dengan solusi tuntas yaitu Islam.

Terakhir, sebagai penutup Dimas menyampaikan materi tentang Jejak Pergerakan Mahasiswa sekaligus pengenalan tentang GEMA PEMBEBASAN. Bagaimana berdirinya banyak Gerakan Mahasiswa yang sarat dengan Perubahan. Hanya saja banyak yang dalam proses perjjuangannya kandas di tengah jalan. Tidak sedikit dari mereka yang menggadaikan idealismenya sebagai Mahasiswa Islam. Mereka menggadaikan kemurnian aqidah demi kepentingan sesaat dan materi yang tidak seberapa.

"Kini sudah saatnya lah para Mahasiswa berjuang untuk memperjuangkan Syariah Islam dalam Bingkai Daulah Khilafah. Karena dengan itu perubahan total akan dapat terwujud." pesannya pada peserta yang hadir


Acara diakhiri dengan pembacaan Sumpah Mahasiswa yang dipimpin oleh Firman Kelana, Ketua GEMA PEMBEBASAN Wilayah Jakarta Raya tentang tekad bulat bagi para Mahasiswa, khususnya peserta yang hadir untuk terus merapatkan barisan dalam perjuangan menegakan Ideologi Islam di muka bumi. Bersatu, Bergerak, Tegakan Ideologi Islam..!!!! Allahu Akbar...


Firman Kelana, membacakan sumpah Mahasiswa

0 komentar:

 

Free Music