Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Kamis, 26 April 2012

Iman Itu Nikmat Loh

Keimanan memang sering menjadi bahasan hangat dalam sebuah kajian, baik dalam majlis ta'lim ataupun kajian ilmiah lainnya. Namun pernah kah kita memahami hakekat keimanan yang benar? Seperti apa cara mendapatkan keimanan itu?


Jika kita bertanya, seperti apakah iman itu? Lalu apa ciri-ciri sesorang sudah merasakan manisnya iman? Kita ibaratkan seorang yang ditangannya ada dua buah es krim, bisa rasa coklat dan rasa strawberry (atau sesuai dengan pilihan anda juga boleh). Ciri-ciri orang yang sudah merasakan nikmatnya makan es krim rasa coklat dan strawberry akan merasa kurang dengan menikmati sebatas satu jilatan. Ia akan merasa ketagihan dengan rasanya dan maunya nambah lagi dan nambah lagi, hingga lezatnya rasa es krim tadi benar-benar menggoyang lidahnya.

Begitu juga tentang keimanan. Seseorang yang sudah merasakan nikmatnya iman dan Islam misalkan, Ia akan merasa ketagihan atas keimanannya tadi. Ia akan senantiasa merasa haus, sehingga akan terus berusaha menambah kualitas keimanannya agar tidak turun. Hal itu bisa dilakukan dengan banyak melakukan amalan-amalan sunnah. Sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah hadist qudsi:

"Sesungguhnya Allah Swt. berfirman, “Barangsiapa menghinakan wali (kekasih)-Ku, ia telah terang-terangan memusuhi-Ku. Wahai Anak Adam, engkau tidak akan mendapatkan apa saja yang ada pada-Ku kecuali dengan melaksanakan perkara yang telah Aku fardhukan kepadamu. Hamba-Ku yang terus-menerus mendekatkan dirinya kepada-Ku dengan melaksanakan ibadah sunah, maka pasti Aku akan mencintainya. Maka (jika Aku telah mencintainya) Aku akan menjadi hatinya yang ia berpikir dengannya; Aku akan menjadi lisannya yang ia berbicara dengannya; dan Aku akan menjadi matanya yang ia melihat dengannya. Jika ia berdoa kepada-Ku, maka pasti Aku akan mengabulkannya. Jika ia meminta kepada-Ku, maka pasti Aku akan memberinya. Jika ia meminta pertolongan kepada-Ku, maka pasti Aku akan menolongnya. Ibadah hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah memberikan nasihat.” (Dikeluarkan oleh ath-Thabrâni dalam kitab al-Kabir).

Ayo, yang tahajudnya masih bolong-bolong, coba deh. Minimal 1x dalam seminggu kita bisa shalat malam. Nggak ketinggalan shaum sunnahnya, minimal senin-kamis mesti jalan. Dan semua itu harus diusahakan dengan kesungguhan. Jangan setengah-setengah ya. Mudah-mudahan dengan ini, kita bisa terus meningkatkan kualitas keimanan kita, agar kita termasuk hamba-hambanya yang beruntung.

1 komentar:

Anonim mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
 

Free Music