Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Rabu, 21 Maret 2012

Agar Tetap Semangat


Betapa banyaknya nikmat dan karunia Allah yang ada pada kita.Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas semua itu, dan sadarlah bahwa kita benar-benar telah bergelimang dengan pemberian-Nya. Allah berfirman : “ Dan, jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” ( TQS. Ibrahim :34)

Sobat, seringkali saya ditanya saat ngisi pelatihan atau mentoring, “Ketika kami ikut training atau seminar, motivasi dan semangat itu benar-benar menyala saat hadir di acara tsb. Tapi begitu sudah tiga hari setelah itu kembali meredup dan down lagi. Gimana ya Pak, caranya agar motivasi dan semangat itu tetap terjaga dalam diri ?”. Tanya mereka.

Sobat, semangat dan motivasi yang kuat laksana tanaman yang indah nan berbunga dan berbuah butuh tanah yang subur dan banyak mengandung unsur hara, selain itu butuh di siram air secara teratur, juga butuh dipupuk tanahnya, dan pastinya butuh sinar matahari untuk melakukan fotosintesis.

Kalau begitu apa tanah yang subur dan banyak mengandung unsur hara bagi Semangat atau motivasi yang terus menyala? Lingkungan yang kondusif atau teman-teman di sekeliling kita. Kalau kita berada di lingkungan atau teman-teman di sekitar kita yang positif dan penuh optimis maka itupun akan berpengaruh terhadap semangat kita. Ingatlah memilih teman adalah memilih masa depan.

Sedangkan Airnya semangat yang senantiasa secara teratur di siramkan? Ilmu pengetahuan, banyak membaca, banyak bersilaturrahim dengan para tokoh/ahli, mendengarkan kaset2 dan melihat VCD motivasi pengembangan diri, mengikuti seminar atau training,melakukan perjalanan.Insya Allah akan banyak pengalaman,ide dan wawasan.

Apa pupuknya semangat itu? Amal sholeh – Take Action! Setelah mengetahui, memahami lakukan atau amalkan dan ajarkan kepada orang lain maka Insya Allah daya ingat kita sampai 90% dan terjaga semangat dan motivasi akan tetap menyala.

Terakhir, apa mataharinya semangat? Jangan lupa dan Jangan berhenti minta perlindungan dan hidayah kepada Allah SWT. Niatkan semua amal perbuatan itu hanya karena Allah semata dan jangan pernah mengharap terima kasih dari orang lain! Jangan pernah resah dan gundah karena kebaikan kita pada orang lain dibalas dengan perbuatan keji.Betapapun, apa yang kita cari seharusnya hanya pahala dari kebaikan dari Allah.

Sobat, kalau kita membaca atau mengkaji beberapa buku baik dari timur atau dari barat tentang kecemasan dan gangguan mental. Ada tiga hal pokok yang harus kita tempuh agar kita terhindar dari gangguan mental, serta hati kita menjadi lapang.

Adapun tiga hal pokok tersebut adalah :

1. Selalu mengaitkan hati kepada Allah, menyembah-Nya, taat dan berserah diri kepada-Nya. Ini merupakan masalah keimanan yang besar. Allah berfirman. “ Maka, sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya” ( TQS. Maryam :65)

2. Menutup berkas-berkas masa lalu dengan semua kegetirannya dan genangan air matanya, semua kesedihannya, dan bencananya, semua kepahitannya dan keresahannya. Dan, memulai sebuah kehidupan baru dengan hari yang baru pula. Berjanjilah kepada diri sendiri bahwa kita akan menjadi pribadi baru yang rendah hati, mau belajar,mau diajar dan mau mengajarkan.

3. Membiarkan masa depan yang masih ghaib itu, tidak melarutkan diri di dalamnya, dan menjauhkan diri segala bentuk ramalan,prakiraan, dan ketidakjelasannya. Tapi, hidup dalam lingkup hari ini saja. Lakukan yang terbaik ! Be The Best Not Be Asa!

Sobat, Yakinlah Allah senantiasa bersama kita. Ada kasih sayang tersembunyi yang melindungi hamba dari segala arah. Yang memiliki kasih sayang tersembunyi itu adalah Allah, Rabb alam semesta, yang telah menyelamatkan Muhammad dengan bersembunyi di dalam gua, yang menyayangi ashabul kahfi di dalam gua, yang memberikan jalan keluar terhadap “tiga orang yang terjebak di dalam gua”, yang menyelamtkan Ibrahim dari panasnya api, yang tidak menenggelamkan Musa, yang menyelamatkan Nuh dari air bah, yang menyelamtkan Yusuf dari pengapnya sumur, dan menyelamatkan Ayyub dari penyakit yang tidak sembuh-sembuh.

Sebagai penutup dari artikel pendek ini, biasakanlah kita untuk selalu membawa buku catatan untuk melakukan muhasabah terhadap diri sendiri. Catat hal-hal negative yang selalu kita kerjakan! Kemudian,mulailah mencari jalan keluar untuk menghindarinya. Bersikap hati-hati dan berusaha yang disertai dengan tawakal kepada Allah merupakan salah satu jalan menuju kebahagiaan.

Be The Best not be Asa ! Salam dahsyat dan luar biasa!

( Spiritual motivator – N.Faqih Syarif H, S.Sos.I,M.Si, Penulis buku Al quwwah Ar ruhiyah Kekuatan Spirit tanpa batas dan buku menjadi dai yang di cinta. Mumtaz.oke@gmail.com Twitter @faqihsmart )



0 komentar:

 

Free Music