Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Sabtu, 21 Januari 2012

Cinta Sejati

‘Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa – apa yang di ingini, yaitu: wanita – wanita, anak – anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang ternak dan sawah ladang. Itulah sisi kesenangan di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik(surga)(QS. Ali Imran : 14).

Bicara soal cinta memang mengasyikkan dan tidak ada matinya. Bahkan tidak sedikit manusia melupakan semua hal dalam hidupnya demi satu hal yang mereka sebut cinta. Ada yang tidak bisa tidur, ada yang melamun melampiaskan perasaan dalam khayalan dan pengembaraan gundah gulana tak berkesudahan, lalu mabuk kepayang seakan terbang kelangit ketujuh ketika mengingat si buah cinta yang diidam - idamkan, dan yang lebih parah lagi ada yang sampai bunuh diri gara – gara harapan cintanya pupus di tengah jalan ‘ketabrak mobil bermerek bukan jodoh’.. Waduh repot deh kalau sudah begini.

Banyak dari kita yang masih sulit memahami bahwa di dunia ini, realita tidak bisa kita samakan dengan cerita cinta di dongeng beauty and the beast, Cinderella, putri salju dan tujuh kurcacinya atau sinetron – sinetron kebanyakan. Get real aja… hari geneee masih ketipu? Kasihan deh kamu. Karena itu berhati – hatilah sebelum kamu memutuskan untuk menjatuhkan hati dan melepaskan perasaan cintamu pada seseorang. Karena kalau salah orang..wah bisa gawat tuh! Takutnya cinta hanyalah sebuah topeng untuk memanfaatkan atas kepentingan yang tidak ada hubungannya dengan arti cinta itu sendiri. Maka jagalah diri kita dengan kehati – hatian yang sangat dalam sebelum kita memutuskan untuk mencintai seseorang. Karena sudah banyak orang ketipu dengan yang namanya cinta, hanya karena mereka sering salah membedakan antara cinta sejati dan hawa nafsu yang membutakan mata hati kita.

Apalagi kalau cintanya cuma hanya dilihat dari kekaguman fisik semata. Cinta sejati tidak bisa diukur dari kecantikan fisik semata. Walau memang Rasululllah Saw, 'cowok' paling keren sejagat raya itu tidak melarang kita untuk mencari belahan jiwa kita berdasarkan kecantikannya, tapi kita harus tahu juga kecantikan fisik tidak abadi. Semua itu akan keriput, bertambah tua dan kembali menjadi tanah. Bahkan ada banyak hal lain yang harus kita pertimbangkan jika kita ingin mengukur kedalam cinta dari kekaguman fisik semata. Cinta sejati itu penuh ketulusan, pengorbanan dan kesetiaan. Karena itu berhati – hatilah sebelum kita memilih orang yang kita anggap mampu menemani hidup kita dengan cinta hingga kematian memisahkannya.

Banyak kasus cinta yang hancur terjadi karena kebanyakan orang hanya memilih belahan jiwanya karena kecantikan fisik semata. Akhirnya ketika sudah berjalan, cinta hanya dipenuhi nafsu semata. Rindu yang dirasakan bukan karena sebuah ketulusan cinta, tapi mempunyai misi tersembunyi meskipun di bibir sering keluar kata sayang, I love you, I care about you dan lusinan lip service si kekasih hati. Tapi apa iya hanya dengan ukuran bibir sebuah ketulusan dan kesetiaan bisa dipertanggung jawabkan? Dan tidak sedikit juga kasus patah hati hingga gantung diri terjadi ketika komitmen cinta tidak lebih dari sebuah nafsu sudah menjadi membosankan, suasana ikatan cinta menjadi penuh kejenuhan akhirnya lahirlah ketidakcocokan, pertengkaran yang ujung – ujungnya paling ada yang minta dipulangin kerumah orang tua kayak syair sebuah lagu pop tempo dulu. (pulangkan saja aku pada ibuku... atau ayahku.. hehe..)

Kecantikan adalah...

Sepakat atau tidak sepakat, fisik memang tidak abadi. Ia akan keriput, menua, mati dan membusuk di dalam tanah. Okelah kamu masih ngotot untuk mengejar cintamu yang paling cantik atau paling ganteng sealam semesta menurut kamu. Sampai-sampai kamu bisa dibuatnya tidak bisa tidur karena terus menerus memikirkan si dia. Sekalipun tertidur kamu masih juga memimpikan si dia, bahkan bangun pagi yang pertama diingat adalah dia. Itu memang hak asasi kamu, masalahnyakan belum ada yang tahu apa dia juga suka sama kamu? Kasihan aja kalau nanti bertepuk sebelah tangan, alias berat sebelah, alias tidak ada pengaruh apa – apa atau dia malah cuek saja dengan semua perhatian kamu, atau yang lebih parah dia justru tidak ada rasa apa – apa sama kamu. Pengen dapat cewek cantik? Kamu sudah seganteng apa sih untuk bisa dapat perhatian dia? Pengen dapat cowok ganteng? Kamu udah secantik apa sih untuk narik perhatian dia?.

Tapi Alhamdulillah kalau ternyata kalian sama – sama ganteng dan cantik, atau ternyata perjuangan anda tidak sia – sia alias si belahan jiwa ternyata tertarik juga dengan kecantikan fisik anda. Jangan bangga dulu, masalah belum selesai sampai disitu. Coba bayangkan kalau ternyata waktu telah memudarkan ketampanan atau kecantikan anda? Masihkah kekasih anda mau menerima anda apa adanya?. Seiring waktu semua manusia pasti menua. Kulit – kulit mulai keriput, tulang mulai kropos, badan yang tegak mulai membungkuk, stamina yang kuat mulai melemah. Waktu perlahan – lahan akan mengambil semua kecantikan dan ketampanan fisik anda ataupun kekasih anda. Akankah kekasih anda mencintai anda ketika semua keindahan fisik anda mulai memudar?

Apalagi di bumi Allah yang luas ini para wanita cantik dan pria tampan tak pernah habis, bibit – bibit baru bermunculan. Para ABG yang postur tubuh mungkin masih biasa saja akan terus terbentuk, lekukan – lekukan tubuhnya, keindahan fisiknya akan mulai terlihat seiring pendewasaan mereka. Apakah kita semua yakin bahwa orang yang kita cintai masih mau dengan kita ketika ternyata ada orang lain yang lebih baik dari kita muncul dan menggoda, apalagi kalau ternyata kekasih kita merasa masih sangat penuh percaya diri dan mampu untuk mendapatkan orang lain yang lebih baik dari kita untuk jadi kekasih barunya. Berapa banyak cerita perselingkuhan, perceraian hadir diantara kita. Mulai dari pedesaan hingga ke dunia selebritis karena hal – hal seperti itu.

Selain dari itu, banyak juga contoh hancurnya hubungan asmara yang hanya seumur jagung. Banyak juga disebabkan ketidakmampuan pasangan kita menerima kekurangan sisi – sisi fisik kita yang lain. Kadang tampilan luar begitu memikat. Rambut panjang seperti iklan – iklan shampo, kulit luar tampak halus seperti iklan - iklan kecantikan yang betebaran.

Kosmetik Cinta...

Sayangnya cinta buka fatamorgana iklan atau utopia marketing dari setiap model model promosi kosmetik kecantikan yang betebaran di televisi. Coba bayangkan selain kasus penuaan fisik ternyata keindahan fisik kekasih kita harus hilang karena alasan lain, contohnya kecelakaan. Mau itu ketabrak mobil, motor, keserempet kereta api, jatuh dari ketinggian karena alasan tertentu, kesiram air atau minyak panas. Yang akhirnya menyebabkan kekasih anda harus cacat seumur hidup. Atau yang contoh lain yang lebih ringan ternyata ketika anda membuka satu persatu penutup auratnya entah karena anda hendak berzina atau memang karena malam itu malam pertama pernikahan anda ternyata badannya penuh tompel hitam, atau penuh penyakit kulit seperti kadas, kurap, kutu air, gatal – gatal, kulit bersisik, kutilan, atau ada bekas jahitan operasi yang lumayan banyak dan besar di perutnya atau tempat yang lain…nah loh! Gmana tuh? Mampukah anda menerima dia apa adanya? Atau sebaliknya jika ternyata semua kekurangan di atas tadi ada pada diri anda? Beranikah anda terbuka pada kekasih anda? Yakinkah anda bahwa dia akan menerima anda apa adanya?

Maka begitulah cover buku banyak menipu kita. Tampilan luar tidak selalu mewakili isi sebenarnya. Seperti topeng yang menipu. Ia tidak menjadi lebih baik dengan kosmetik, tapi kosmetik hanyalah bentuk kekhawatiran akan rasa kehilangan sesuatu yang memang sudah fitrah pasti menua, keriput dan makin menghilang mengiringi waktu. Maka akan berbeda jika anda mencintai seseorang karena kepribadiannya. Kepribadian tidak kenal menua, keriput bahkan mati. Kepribadian yang baik semakin tua maka dia akan semakin kaya pengalaman, semakin dewasa dan matang maka ia akan semakin mengagumkan.

Kepribadian bukanlah topeng, karena baik dan buruk seseorang adalah cermin dari kepribadiannya. Kepribadian yang buruk akan membuat suasana cinta makin membosankan. Namun kepribadian yang baik akan selalu memberi warna yang dinamis dalam sebuah perjalanan cinta. Karena tonggak cinta yang didirikannya bukanlah nafsu semata, tapi juga kemampuan untuk mengelola cinta diantara dinamika perbedaan. Karena ketika kita mencintai saat itu pula kita harus siap menerima belahan jiwa kita seutuhnya baik kelebihan ataupun kekurangan dirinya. Bisa jadi fisiknya indah, tapi bukan berarti ia tidak memiliki kekurangan dari sisi yang lain, entah itu sikap dan karakter yang belum kita kenal sebelumnya dan masih disembunyikannya. Kemampuan untuk menerima kekurangan belahan jiwa kita hanya bisa dilakukan oleh orang – orang yang dewasa dalam memahami cinta. Dan bicara tentang kedewasaan tidak bisa diukur oleh umur apalagi keindahan fisik. Tapi ia juga bisa dilihat dari cara berpikir yang baik dan kejernihan hati yang bersih dalam meniatkan kelahiran sebuah cinta yang tulus dalam perjalanan menuju sejarah yang sejati.

Cinta dan hawa nafsu selalu berada diantara sebuah garis tipis, yang kasat mata takkan mampu membedakannya. Kepribadian melahirkan komitmen dan pembuktian, namun keindahan fisik hanya habis pada kekaguman sempit yang berujung pada nafsu dan birahi yang membutakan akal sehat. Kepribadian tidak kenal tua dan keriput, tapi fisik akan habis ditelan waktu dan zaman yang tidak mengenal siaran ulang. Kepribadian yang baik akan selalu dikenang sekalipun jasad sudah kembali pada tanah, namun fisik yang telah mati akan terlupakan ketika ada keindahan fisik yang lain yang lebih baik atau ketika ia kembali ke dalam tanah tanpa meninggalkan sebuah kepribadian yang baik. Kepribadian yang baik tidak melihat kekurangan sebagai sesuatu yang buruk, tapi ia akan melihatnya sebagai sesuatu yang harus diisi, dikelola bahkan dimanfaatkan menjadi potensi yang baik. Kepribadian yang baik selalu mampu berdiri di setiap kekurangan kekasihnya, menjadi supporter yang melahirkan motivasi - motivasi pembelajaran untuk menjadi lebih baik dan lebih baik lagi dalam sebuah perjalanan cinta. Namun fisik tanpa sebuah kepribadian yang baik akan menjadi membosankan ketika ia mulai tua dan keriput, ketika ia menjadi cacat dalam perjalanan cintanya. Fisik tidak pernah mampu mendewasakan kita. Karena fisik hanya hidup dalam kepuasan lahiriah, karena itulah keikhlasannya hanya bermuara pada area biologis.

Ketahuilah tidak semua kepuasan lahiriah mampu mencukupi dan memperkaya kepuasan batiniah. Namun semua keikhlasan batiniah adalah kekayaan terbaik yang menguasai segala aspek termasuk menuntun arah hasrat lahiriah untuk mengerti bahwa nafsu tanpa kepribadian yang baik, tak ubahnya seperti merendahkan manusia ke derajat hewani yang tak pernah diberikan akal dan budipekerti oleh Allah Swt.

Oleh karena itu jika anda adalah orang yang merindukan cinta yang sejati. Mencintai karena fisik bukan sebuah kesalahan mutlak, tapi mendefinisikan cinta semata karena sebuah kekaguman fisikal merupakan sebuah kebodohan yang harus diluruskan niatnya. Karena keindahan fisik hanyalah teman sejati dari mata yang telanjang. Mata yang hanya mampu menilai keindahan dari sampul – sampul luar sebuah pakaian kepribadian. Dan sampul hanyalah sebuah kosmetika yang tidak semuanya dibangun karena kualitas harga jual sebuah isi kelas tinggi. Maka begitulah keindahan fisik memang tidak akan pernah mampu menjelaskan kepadamu tentang apa yang terbaik bagi hidupmu. Karena keindahan fisik memang bukan sahabat dari nurani, karena cara ia memandang cinta memang berbeda.

Mata Angin Pendewasaan...

Semoga dari situpulalah kita sepatutnya bisa sama – sama belajar, untuk tidak pernah mencurahkan semua perasaan gelisah dan gejolak hati kita untuk mencari kebahagiaan hidup hanya kepada keindahan fisik semata. Jangan pernah menggantungkan harapan cintamu pada paras dari lukisan yang diberikan oleh kasat matamu. Karena ia hanyalah bayangan semu dan terlalu lemah untuk mengalahkan waktu dan susunan alam yang pasti akan memuai keriput – keriput juga membuka banyak tabir kepalsuan. Karena keindahan fisik tidak pernah sempurna menyimpan kepercayaan kita. Karena keindahan fisik akan luntur perlahan – lahan ditelan getaran zaman. Getaran yang menjadi fitrah bagi setiap manusia.

Biarlah kedewasaan hati mengakomodir arah mata. Agar ruas harga dirinya terjaga dan tidak terjatuh dalam fatamorgana dan mimpi – mimpi yang membutakan kita pada kenyataan. Sekelebat kesalahan itu lewat. dan sedikit saja celah kita biarkan ia menghantui ruang – ruang kosong dalam hati kita. Maka sejak itu perangkapnya akan merubah fitrah menjadi nestapa dan penyesalan. Maka sejak saat itu percayalah keindahan fisik tidak akan pernah mampu menjelaskan kepada kita tentang nurani dan iblis yang berkecamuk di dalam jiwa kita yang penuh dengan keterbatasan.

Sembunyikanlah gundahmu, galaumu, lukamu atau kisah yang mungkin pernah membuat engkau mengharapkan atau menyimpan foto – foto dan kisah – kisah kemesraan itu, mengoleksi sejarah dan mengkhawatirkan keberadaannya di balik setiap lapisan waktu yang tak pernah berhenti berdetak. Lalu setelah itu akalmu-pun akan ikut mati dalam jarak simetri di antara ruang – ruang duka dan suka. Kau coba merubah semua kedalam pilihan yang kedua. Untuk membangun setetes harapan dan mimpi akan kebahagiaan. Walau kau coba berkali – kali memastikan tanda tanya. Mencari jawaban yang sebenarnya kau sudah mengetahui jawabannya. Namun mau berapa kali lagi kita biarkan diri kita tertipu, ketika setiap haluan definisi kebahagiaan itu harus berakhir dari nasehat bisu kekaguman fisik semata. Lalu kita biarkan diri kita terseret ke dalam harapan dari oasis di antara sahara hidup yang membuatmu seakan melihat kesegaran dan nafas yang penuh kenyamanan.

Ingatlah, cinta sejati selalu dijaga bersama sang ksatria waktu dalam medan perang yang penuh kesabaran dan pengertian panjang. Yang keseluruhannya menimbulkan energi pembelajaran untuk menjadi lebih baik dengan kedewasaan. Dan itulah hal yang tidak mampu dijelaskan oleh cinta yang dilahirkan oleh keindahan fisik semata. Ia hanyalah sebuah kebisuan. Ketika engkau bertanya tentang kekuranganmu, Ia tidak mampu jujur kepadamu tentang kekuranganmu yang perlu dikuatkan dalam dirimu. Ia hanya berdiam diri mengikuti bahasa tubuhmu. Mengikuti aura dirimu menemani senyum atau airmatamu hingga ia bosan padamu bahkan mungkin mencampakkan dirimu tanpa pernah mampu melahirkan nasehat yang mendewasakan.

Ia memang mampu menciptakan bara yang menerangi dimensi kesunyian hatimu dengan nostalgia Cinderella. Tapi kebahagiaan cinta baginya layaknya lilin dalam gelap harapanmu, meneranginya sejenak sambil membakar dirinya sendiri. Hingga tak ada lagi harapan yang tersisa selain puing – puing sesal setelah tepian waktumu habis menjadi tua dan mati. Begitulah jamuan awalnya dimulai dengan tipu daya, praduga yang menitipkan asa pada sketsa wajah yang menghayutkan rasa sadar kita pada level dimana nalar terlanjur terjebak dalam samudera hati yang penuh dengan buaian semu syair – syair cinta yang episodenya dimulai dari hasrat kedagingan.

Lalu apa yang kau harapkan dari besi yang pasti akan tenggelam bersama karat lalu keropos tanpa identitas dan tak pernah mampu meninggalkan mutiara bagi pilar – pilar sejarah hidupmu. Begitulah kebodohan orang yang memulai cinta mereka karena keindahan fisik semata, Mereka hanya mampu menunjukan kepadamu refleksi keistimewaan dari plagiat ruang bisu lahiriah yang takkan pernah mampu bersandung abadi bersama waktu, dan takkan pernah mampu bertahan menembus zaman yang sarat dengan kesah dan peluh, apakah keindahan fisik bisa membuatmu menjadi orang yang tangguh?

Kepribadian yang baik tidak melihat cinta dari sampul luar saja. Sedangkan keindahan fisik selalu memulai cinta dari sana, dari pelataran yang penuh topeng dan jauh dari kerendahan hati. Tapi untuk kepribadian yang bersinar dalam kejujuran hati, ia akan selalu bersemi dalam keikhlasan hidup yang bermuara dari samudera paradigma yang jauh lebih berharga dari harga sebuah sampul yang paling mahal di dunia ini. Karena itu percayalah mencintai karena keindahan fisik bukanlah segala – galanya, tapi dari kepribadian yang baik kau bisa mendapatkan segala – galanya. (diambil dari mindresistance.com)

0 komentar:

 

Free Music