Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Sabtu, 10 Desember 2011

Menuai Apa yang Kita Semai



Percayakah Anda dengan hukum tabur-tuai? Apa yang kita tabur, apa yang kita perbuat, lakukan, katakan kepada orang lain, cepat atau lambat akan kita tuai atau dapatkan hasilnya. Entah itu hasilnya berupa sesuatu barang atau sesuatu abstrak dalam bentuk perlakuan atau perkataan.


Nah, apa yang terjadi pada hidup seorang petani di Skotlandia menunjukkan betapa dahsyatnya dampak hukum tabur-semai ini bila diterapkan dengan bijak dan niat baik.

Suatu hari ketika tengah bekerja, si petani mendengar teriakan minta tolong dari arah areal rawa yang kebetulan berada di dekatnya. Ia segera meletakkan alat kerjanya dan berlari menuju tempat asal teriakan itu. Di sana, ia mendapati seorang bocah lelaki terjebak dalam lumpur hisap. Ekspresi wajahnya sangat ketakutan. Ia menjerit dan berjuang melepaskan diri. Akhirnya, si petani itu berhasil menyelamatkan bocah itu dari ancaman kematian.


Keesokan hari, terdengar suara derap kereta kuda di depan rumah si petani tadi. Dari dalam kereta muncul seorang bangsawan berpakaian elegan. Ia memperkenalkan diri sebagai ayah dari bocah yang telah diselamatkan si petani.


Tujuan kedatangannya adalah ingin membalas budi si petani karena telah menyelamatkan nyawa putranya. Sang bangsawan ingin membayar jasa si petani itu. Namun, si petani menolaknya. Katanya, "Saya tidak bisa menerima bayaran untuk perbuatan saya kemarin."


Kebetulan pada saat yang bersamaan, putra si petani keluar dari rumahnya. Ketika sang bangsawan tahu bahwa anak itu adalah putra si petani, ia membuat kesepakatan dengan si petani.


"Biarkan aku membawa anakmu ke rumahku dan menyekolahkannya di sekolah terbaik. Jika anak itu seperti ayahnya, ia tentu akan menjadi lelaki yang sangat bisa kamu banggakan."


Ternyata, putra si petani itu memang berhasil. Ia lulus dari St. Mary's Hospital Medical School di London dan dikenal luas di seluruh dunia dengan nama Sir Alexander Fleming, sang jenius penemu Penicillin.


Beberapa tahun kemudian, putra sang bangsawan yang masuk militer dan sempat dikirim untuk berperang, terserang penyakit Pneumonia. Dan tahukah Anda, obat apa yang mampu menyembuhkan penyakit itu? Ya, benar, Penicillin.


Dan siapakah nama bangsawan itu? Lord Randolph Churchill. Putranya bernama Sir Winston Churchill.
Sir Alexander Fleming (kiri) dan Sir Winston Churchill
Peristiwa demi peristiwa yang terjadi ternyata saling berkaitan. Tak bisa dibayangkan apabila yang sebaliknya terjadi. Tentu Penicillin takkan pernah ditemukan dan takkan pernah muncul sosok negarawan besar seperti Churchill.


Hukum tabur-tuai di sini membuktikan dampak luar biasanya. Kebaikan yang ditabur si petani bernama Fleming tadi ternyata berbuahkan kebaikan yang bahkan jauh lebih besar lagi. (Andri Wongso)


0 komentar:

 

Free Music