Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Rabu, 21 September 2011

Kumpulan Inspirasi Ramadhan 1432 H


Hari yang Fitri telah datang. Gemuruh Takbir berkumandang. Semuanya menyambut dengan suka cita di hari kemenangan. Selama 1 bulan perjuangan menahan haus dan lapar terasa terbayar Kemenangan akan sangat dirasakan bagi mereka yang memang sungguh-sungguh dalam melewati tiap babak perjuangan.

Namun, seakan sudah menjadi kebiasan tatkala Ramadhan dan Idul Fitri berlalu, suasana taqwa dan ukhuwah pun berlalu begitu saja. Tidak ada lagi suasana ibadah, keberamaan dan Taqarrub ilallah. Berangsur-angsur, pelan tapi pasti, suasana pun berubah sebagaimana biasanya; sekular, kapitalistik, liberal, individualistik! Ramadhan dan Idul Fitri hampir-hampir tidak meninggalkan jejak dan pengaruh apapun kecuali hanya sesaat, lalu menghilang. Mayoritas kaum Muslim kembali larut dan terbawa oleh suasana Jahiliyah. Jikalau masih ada suasana spirit Ramadhan dan Idul Fitri, itu pun hanya ada pada individu yang sadar akan pentingnya menjaga dan memelihara spirit Ramadhan dan Idul Fitri tersebut, yakni ketakwaan dan ukhuwah (persaudaraan).

Ibarat sebuah tamu yang mampir hanya sesaat, Ramadhan tentu harus meninggalkan sesuatu yang membekas pada ruang hati kita. Sesuatu yang dapat memberikan dorongan semangat untuk melanjutkan perjuangan setelah Ramadhan. Bukan malah makin ciut, karena merasa selama Ramadhan sudah melakukan usaha dengan maksimal. Untuk sekadar mengingat untaian kata yang sempat memacu spirit selama Ramadhan, berikut saya paparkan kumpulan Inspirasi Ramadhan dari status Ust. Felix Siauw di facebook.

Inspirasi hari-1 Ramadhan: "Jangan merasa rendah diri karena engkau masih muda, karena ketika Umar bin Khaththab menghadapi permasalahan pelik, dia akan memanggil para pemuda untuk memberinya saran, dengan mengandalkan ketajaman pikirannya" (Ibnu Shihab Az-Zuhri kepada pelajarnya yang masih muda)

Insprasi hari-2 Ramadhan: "Aku tidak pernah berdebat dengan seseorang yang berilmu kecuali aku memenangkan debat itu, dan aku tidak pernah berdebat dengan orang pandir kecuali aku kalah didalamnya" (Imam Syafi'i)

Inspirasi hari-3 Ramadhan: "Islam akan hancur oleh kesalahan yang dibuat para ulama, argumen orang-orang munafik yang memutarbalikkan tafsir Al-Qur'an untuk mendukung pandangan prinadi mereka dan penguasa yang sesat" (Khalifah Umar bin Khaththab)

Inspirasi hari-4 Ramadhan: "waktu layaknya modal di tangan seorang investor, yang mana akan diinvestasikannya untuk menggapai keuntungan. Semakin banyak modal yang diinvestasikan, makin banyak pula keuntungannya. Maka siapapun yang menginvestasikannya untuk perbuatan baik, maka dia sukses. Dan siapapun yang menyia-nyiakan investasinya tidak akan melihat keuntungan apapun kecuali kerugian besar" (Imam Al-Hafidz Sharaf Ad-Din Al-Tibi)

Inspirasi hari-5 Ramadhan: "Bagiku, ancaman tidak membuatku takut atau berarti apapun bagiku. Mereka tidak akan pernah membuatku berhenti menasihati penguasa, karena aku meyakini bahwa itu adalah kewajibanku dan juga semua Muslim yang lain..." (Imam Nawawi, jawabannya ketika diancam oleh penguasa)" :-

Inspirasi hari-6 Ramadhan: "Ketahuilah kematian, maka engkau akan diberikan kehidupan" (Abu Bakar Ash-Shiddiq)

Inspirasi hari-7 Ramadhan: "Aku tak pernah berdiskusi (berdakwah) kepada seseorangpun kecuali aku menginginkan kebaikan padanya, dan menginginkan agar dia ditunjukkan ke jalan yang benar, agar dia ditolong dan dijaga oleh Allah Swt" (Imam Syafi'i ketika menjelaskan tentang dakwah adalah menginginkan kebaikan pada orang lain, bukan mencaci atau menyudutkannya)

Inspirasi hari-8 Ramadhan: "Pikiran seorang yang pandir dikendalikan oleh lidahnya, sementara lidah seorang yang berilmu berada dibawah kendali pikirannya" (Ali bin Abi Thalib)

Inspirasi hari-9 Ramadhan: Umar bin Khaththab bertanya kepada Salman Al-Farisi "Apakah aku seorang Raja atau seorang Khalifah?", Lalu Salman menjawab "Bila engkau mengambil dari tanah kekuasaanmu satu dirham saja, maka engkau adalah seorang Raja". Lalu Umar pun mulai menangis. (Ibnu Sa'ad Al-Baghdadi dalam Al-Thabaqat Al-Kubra)

Inspirasi hari-10 Ramadhan: "Perbedaan antara Impian dan Khayalan adalah bahwa mengkhayal melibatkan kemalasan, dimana seseorang tidak berusaha ataupun berjuang (untuk yang dia inginkan). Impian, akan mengharuskan seseorang berjuang, usaha dan tawakal. Yang pertama ibarat berharap tanah akan membajak dan menanam sendiri untuknya. Sedang yang kedua benar-benar membajak, menanam dan berharap tanaman tumbuh" (Ibnu Al-Qayyim - Madaarij As-Salikin)

Inspirasi hari-11 Ramadhan: "Setiap orang didunia ini adalah tamu, dan harta yang dimilikinya tidak lain adalah pinjaman; seorang tamu satu saat harus pulang (dari bertamu), dan mengembalikan pinjaman yang dia ambil" (Abdullah bin Mas'ud)

Inspirasi hari-12 Ramadhan: "Orang yang paling aku sukai adalah dia yang menunjukkan kesalahanku" (Khalifah Umar bin Khaththab)

Inspirasi hari-13 Ramadhan: "Tidak ada sesuatu yang paling berat yang aku hadapi daripada niat, karena niat (dalam satu perbuatan) selalu berubah-ubah" (Sufyan Ats-Tsauri)

Inspirasi hari-14 Ramadhan: "Ketahuilah bahwa sabar, jika dipandang dalam permasalahan seseorang adalah ibarat kepala dari suatu tubuh. Jika kepalanya hilang maka keseluruhan tubuh itu akan membusuk. Sama halnya, jika kesabaran hilang, maka seluruh permasalahan akan rusak" (Khalifah Ali bin Abi Thalib)

Inspirasi hari-15 Ramadhan: "Wahai kaumku, masuklah kamu ke dalam Islam! Sunggu aku baru bertemu dengan Nabi Muhammad yang jika memberi ia tidak takut miskin karenanya!" (perkataan seorang kepala kabilah setelah diberi Rasulullah hadiah tanah seluas lembah) (Al-Haitsami, Al-Majma IX)

Inspirasi hari-16 Ramadhan: "Siapapun yang yang memiliki pengetahuan dalam hal apapun, tapi tidak memiliki pengetahuan tentang kebesaran dan keagungan Allah, dia tidak pantas disebut orang bijak. Karena dia tidak memiliki pengetahuan terpenting dan tertinggi diantara pengetahuan lain" (Imam Al-Ghazali)

Inspirasi hari-17 Ramadhan: “Allah telah mengutus kami untuk memerdekakan siapa saja yang Dia kehendaki dari penghambaan terhadap sesama hamba kepada penghambaan kepada Allah, dari kesempitan dunia kepada keluasannya, dari kezhaliman agama-agama kepada keadilan Al-Islam" (Rib'i bin Amr kepada Rustam panglima Persia)

Inspirasi hari-18 Ramadhan: "Janganlah arah kalian berseberangan, dan janganlah keyakinan kalian sampai melemah. Ketauhilah sesungguhnya, di mana ada kemauan di situ ada jalan, dan hasil akan diperoleh sesuai dengan usahanya. Dan sesungguhnya tidak pantas seorang Muslim mengkhawatirkan sesuatu yang didalamnya terdapat pertolongan Allah baginya" (Khalid bin Walid, kepada 9000 pasukannya tatkala menyeberangi padang pasir 'ganas' Persia)

Inspirasi hari-19 Ramadhan: "Barangsiapa yang merasa sakit mulutnya, niscaya air tawar akan terasa pahit baginya" (Imam Syafi'i)
bila seseorang memang sudah jelek persepsinya, apapun yang kita lakukan akan jadi salah :)

Inspirasi hari-20 Ramadhan: Imam Ash-Sha'bi yang terkenal suka bercanda yang syar'i ditanya "siapakah nama istri iblis", maka beliau menjawab "Oh, itu salah satu pernikahan yang tidak aku hadiri.." (Tafsir Al-Qurthubi)

Inspirasi hari-21 Ramadhan: "Wahai orang-orang Islam! Telah datang waktunya untuk tabah. Kelemahan dan kepengecutan membawa pada kondisi memalukan; dan siapa yang tabah lebih pantas mendapat pertolongan Allah. Siapa yang berdiri dengan berani di hadapan sabetan pedang akan dihormati dan kerjanya akan dihargai, ketika ia melakukannya untuk Allah. Perhatikanlah! Allah mencintai ketabahan" (Khalid bin Walid)

Inspirasi hari-22 Ramadhan: "Demi Allah sesungguhnya penghancuran benteng di Asqalan (Ashkelon) lebih aku sukai walau pun aku harus kehilangan seluruh anakku, karena penguasaan Asqalan adalah demi kemaslahatan Islam dan kaum muslimin" (Shalahuddin Al-Ayyubi)

Inspirasi hari-23 Ramadhan: "Penaklukkan ini adalah harga mati! Bila aku harus memimpin Utsmani tanpa Konstantinopel, lebih baik aku tidak menjadi pemimpin sama sekali!" (Orasi Muhammad II Al-Fatih kepada tentaranya, 1453)

Inspirasi hari-24 Ramadhan: "Dahulu kala Barat selalu menyerang Timur, namun sekarang waktu telah berganti, aku akan menaklukkan Barat dari Timur, untuk membentuk satu kekuasaan, satu agama, dan satu pemerintahan di seluruh dunia!" (Muhammad II Al-Fatih)

Inspirasi hari-25 Ramadhan: Dalam satu riwayat sejarah dikisahkan bahwa Paus Pius pernah mengirim surat kepada Muhammad II Al-Fatih berisi, “bila anda mau dibaptis, anda akan menerima mahkota kerajaan Roma”. Sebagai jawaban surat itu Al-Fatih berkata "sampaikan padanya apabila ia mau menerima Islam, aku akan menjadikannya mufti Kesultanan Utsmani" (MAF 1453 Sources)

Inspirasi hari-26 Ramadhan: “Saat kita telah memulai penyerangan maka pertempuran tidak boleh dihentikan, kita tidak boleh tidur atau makan, minum ataupun beristirahat, kita tidak boleh lalai, kita harus melakukannya dengan tekanan kepada mereka sampai kita bisa menguasai mereka dalam pertempuran.” (Muhammad II Al-Fatih, Buku Muhammad Al-Fatih 1453)

Inspirasi hari-27 Ramadhan: “Bila selembar janggutku mengetahui yang aku rencanakan maka aku akan segera mencabut dan membakarnya”. (Muhammad II Al-Fatih menerangkan pentingnya "kerahasiaan" kepada orang yang menanyakan kemana pasukan akan dia berangkatkan besok)

Inspirasi hari-28 Ramadhan: "Wahai para ghazi mujahidin! Jadilah kalian semua tentara-tentara Allah, dan hendaklah kalian kobarkan semangat Islam!" (Nasihat Muhammad II Al-Fatih tatkala mendapati meriam musuh menghantam tanah beberapa meter di depannya sedangkan beberapa tentaranya terkejut dan terbetik takut pada diri mereka)

Inspirasi hari-29 Ramadhan: “Aku bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kemenangan yang gemilang ini; akan tetapi, aku juga berdoa kepada-Nya agar Dia mengizinkanku hidup lebih lama lagi untuk mengepung dan menaklukkan Roma Lama sebagaimana Aku memiliki Roma Baru.” (Doa Muhammad II Al-Fatih setelah diberikan kemenangan atas Konstantinopel).

Jadi, bila dihayati dengan sungguh-ungguh, Puasa Ramadhan semestinya akan memberikan efek luar biasa kepada seorang Muslim dan umat Islam. Kaum Muslimin harus menjadikan Ramadhan yang telah mereka jalani sebagai pemompa semangat dalam perjuangan menegakan Islam. Bukan sekadar momentum melaksanakan ibadah ritual tahunan yang hilang begitu saja tanpa bekas, begitu Ramadhan pergi meninggalkan kita.

0 komentar:

 

Free Music