Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Sabtu, 20 Agustus 2011

Dracula Sang Pemancang

Dalam rangka menyambut terbitnya sebuah karya brillian dari kontributor API ISLAM, Felix Siauw, yang berjudulMuhammad Al-Fatih 1453, API ISLAM akan membedah beberapa tokoh sejarah yang tercatat sebagai musuh bebuyutan Al-Fatih. Untuk mengingatkan kepada kita bahwa setiap upaya untuk meninggikan kalimatullah pasti akan menghadapi musuh-musuh yang tangguh. Jangan sampai kehabisan, miliki segera buku MAF1453, nikmati inspirasi dahsyat dari sejarah Islam hasil besutan inspirator sekaligus sejarawan muslim, Felix Siauw.

Beberapa sumber menyebutkan bahwa eksistensi Dracula sebagai figur nyata telah dibiaskan secara sengaja dengan keberadaan kisah fiksi vampir karya novelis Inggris abad-19, Abraham Bram Stoker, yang terbit pada tahun 1895. Sehingga tidak banyak orang yang mengetahui bahwa Dracula ‘benar-benar’ ada, dan bukan vampir penghisap darah. Walaupun mungkin kekejamannya telah menginspirasi berbagai kisah selama berabad-abad bahwa dia adalah peminum darah.





Dracula hidup sezaman dengan Muhammad Al-Fatih, dia hanya setahun lebih tua dari penakluk Konstantinopel ini. Dracula lahir tahun 1431 (Al-Fatih tahun 1432). Dia adalah salah seorang penguasa Wallachia (sekarang bagian selatan Romania). Nama aslinya Vlad. Dalam sejarah dia adalah Vlad III. Bapaknya juga bernama Vlad, tepatnya Vlad II. Bapaknya Dracula ini punya gelar Dracul (Rumania: Draco = Naga), karena dia adalah salah satu dari anggota Ordo Naga. Dracul-ae bermakna putra Vlad

Dracul.

Tatkala berumur 13 tahun, Dracula dijadikan sebagai jaminan perjanjian antara Vlad II dengan Kesultanan Utsmani. Dracula harus tinggal di bawah pengawasan Utsmani di Edirne. Ketika itu Dracula mendapatkan berbagai pendidikan militer dan politik. Sayangnya dia memendam kebencian kepada bapaknya sendiri, dan kepada Utsmani, sehingga dia banyak berbuat onar. Kebencian itu kemudian berubah menjadi dendam yang berkarat di hatinya, yang membuat dia menjadi musuh bebuyutan Kesultanan Utsmani. Akhirnya dia berpura-pura menurut, dan ketika dia mendapatkan kesempatan untuk memimpin sebuah angkatan perang Usmani untuk membebaskan Wallachia, dia berkhianat setelah mendapatkan keberhasilan. Dracula menolak taat kepada Kesultanan Utsmani, dan malah membunuh 1.000 tentara yang ditugaskan untuk membawanya ke Istanbul.

Ada kemungkinan bahwa Al-Fatih pernah bertemu dan bahkan mengenal Dracula, karena mereka berdua terlibat dalam sebuah pertempuran yang merupakan titik kulminasi perselisihan yang sudah berlangsung lama, yaitu Pertempuran Malam (dalam bahasa Romania, Atacul de Noapte) yang terjadi pada 1462. Dalam pertempuran ini, Al-Fatih menugaskan 90.000 pasukan Utsmani yang dipimpin oleh adik Dracula sendiri Radu cel Frumos, yang akhirnya berhasil mengubur kekejaman Dracula sampai 16 tahun. Kemungkinan historis ini kemudian menjadi inspirasi ditulisnya novel The Chronicles of Draculesti, besutan salah seorang kontributor API ISLAM, Sayf Muhammad Isa. Al-Fatih dan Dracula tumbuh bersama, tapi kemudian berubah menjadi musuh besar karena perbedaan prinsip hidup mereka, itulah gambaran global kisah novel ini, selain penaklukan agung Konstantinopel.

Cetatea Poenari (Benteng Poenari), Benteng Dracula

Dracula pun terkenal dengan gelar Sang Pemancang (tepes atau the impaler). Gelar ini dia dapatkan karena dia senang membunuh lawan-lawan politiknya dengan cara menusukkan batang kayu yang runcing lewat anus sampai tembus ke dada, perut atau mulut si pesakitan, kemudian tiang kayu itu dipancangkan di tanah. Dia telah membunuh sekitar 20.000 tentara Khilafah Utsmani dengan cara dipancang seperti ini, karena itulah Al-Fatih kemudian mengirimkan tentaranya untuk memburu Dracula, hingga terjadilah Pertempuran Malam.

Pada sekitar tahun 1476, Dracula terlibat dalam sebuah perang dengan tentara sipahi Khilafah Utsmani yang dikirim oleh Muhammad al Fatih di dekat Bucharest. Di sanalah dia berhasil dibunuh dengan dipenggal. Kepalanya dipercaya dibawa ke Istanbul, dihadapkan kepada Al-Fatih untuk membuktikan bahwa penguasa yang bengis dan haus darah ini benar-benar telah mati. Badannya dikubur di biara Snagov.

Biara Snagov

Sayf Ahmad Isa
Ketua Asosiasi Penulis Ideologis (API) Islam, spesialisasi fiksi-historis. Aktif juga berkotribusi dalam majalah remaja "D'RISE".

0 komentar:

 

Free Music