Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Jumat, 18 Februari 2011

Studies in Ushul ul-Fiqh


"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (TQS. al-Maidah [5]:3)

Pada ayat di atas, maupun dalam beberapa ayat-ayat lain, Allah Swt. mengingatkan kaum Muslim tentang penghargaaan dan penghormatan yang diberikan Allah Swt. kepada risalah Islam. Dalam beberapa hal, risalah Islam merupakan risalah yang khas, yang berbeda dengan risalah-risalah Allah Swt. yang diturunkan sebelumnya.

Risalah Islam adalah risalah Allah Swt. yang paling akhir dan paling sempurna, serta diturunkan untuk seluruh umat manusia. (Ayat) Para pengikut risalah ini mendapat kehormatan untukmenerapkan dan mengemban risalah ini kepada umat-umat lainmeski tanpa kehadiran Rasul-Nya Muhammad saw.

Padahal, umat-umat sebelum turunnya risalah ini senantiasa dipimpin oleh para Nabiatau Rasulbagi mereka. Kehormatan itu juga terwujud dalam janji Allah Swt.bahwa umat Islam akan menjadi golongan manusia yang pertama kali masuk surga. Oleh karena itu, orang yang mengimani risalah dan terikat dengan agama Islam merupakan orang-orang yang mendapat keberuntungan.

Umat Islam mendapatkan kehormatan semacam ini karena mereka menyadari betapa pentingnya upaya menerapkan dan menjaga Islam. Umat Islam menjadi penjaga Islam, sekalipun mereka dalam keadaan cengkeraman penjajahan orang-orang Mongol yang sangat brutal. Bahkan pada kenyataannya selama dalam masa penjajahan tersebut, umat Islam mampu memberikan pengaruh yang dramatis kepada kaum penjajah dengan ideologi Islam. Peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini menunjukan bahwa kaum Muslim memiliki keyakinan dan pemahaman yang mendalam tentang Islam. Adakah umat lain yang dapat mempengaruhi dan mengubah pemahaman kaum yang menjajahnya, sampai-sampai kaum penjajah itu bersedia menyebarluaskan ideologi kaum yang dijajah (Islam).

Adalah suatu hal yang amat menyedihkan dan patut disesalkan, ketika saat ini kita menyaksikan kaum Muslim meninggalkan sama sekali atau hanya menerima sebagian pemikiran Islam. Kaum Muslim berusaha mencampuradukan pemikiran-pemikiran dan nilai dari ideologi-ideologi lain. Hukum-hukum Islam diterapkan sebagian berbarengan dengan hukum dari ideologi-ideologi lain. Bagi kebanyakan kaum Muslim pada umumnya, Islam hanya dikenal sebagai sekumpulan ibadah ritual saja; dan demikian pula pemahaman tentang Islam yang disampaikan kepada umat-umat yang lain. Kaum Muslim bersikap defensif appologetics, seperti pada saat memaknai jihad. Mereka bersikap bertahan dan meminta maaf dengan maksud ingin menyelamatkan Islam namun yang terjadi justru nmemalingkan dari makna sebenarnya. Ketika ada sekelompok umat Islam yang mengklaim telah berjihad dengan aksi bom bunuh dirinya. Sehingga banyak yang menganggap Islam itu kejam, sadis, tidak manusiawi. Lalu kalangan intelektual Muslim mencoba menjelaskan bahwa Islam tidak seperti itu. Islam agama damai. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan.

Namun demikian, agama ini tetap hidup dan utuh dalam al-Qur'an dan as-Sunnah. Dari kedua sumber tersebut saya ingin menjelaskan karakteristik Islam dan unsur-unsur pokok yang berkaitan dengan dasar-dasar pengambilan hukum Islam atau ushul fikih, insya Allah.

Islam tidak diturunkan sekaligus, dan tidak sekadar berupa perintah dan larangan sebagaimana kitab undang-undang. Sebaliknya, Islam menawarkan solusi atas berbagai permasalahan sehari-hari sebagaimana yang pernah dipraktekkan oleh Rosulullah saw beserta para sahabat beliau.

Islam memberikan penjelasan yang pasti dan gamblang kepada Rasulullah saw tentang bagaimana menjalani kehidupan berdasarkan ideologinya. Islam tidak hanya sekadar memberikan dan menerangkan nilai-nilai dan pemikiran-pemikirannya; akan tetapi lebih dari itu, Islam juga berisi sekumpulan peraturan hukum yang yang menyeluruh mengenai segala aspek kehidupan manusia. Penerapan hukum dan aturan itu menjamin terciptanya kesejahteraan dan keadilan ditengah masyarakat. Karena hukum Islam terbagi kedalam dua; sebagai pencegah dan penebus. Tidak ada konsep, pemikiran, panduan dan hukum lain yang dijelaskan dan dipraktekkan oleh Rasulullah Muhammad saw. sepanjang hidup beliau, selain konsep, pemikiran dan hukum Islam.

Akidah Islam lebih unggul daripada akidah Kapitalisme demokrasi maupun Sosialisme, di antaranya karena akidah Islam menjadikan manusia hanya tunduk kepada penciptanya, bukan pada hawa nafsunya sendiri. Akidah Islam telah membebaskan manusia dari penghambaan kepada segala sesuatu selain Allah Swt. Akidah Islam juga mengubah orientasi berpikir seorang manusia, yaitu bukan sekadar manfaat dan kenikmatan duniawi, tetapi untuk mencari keridhaan Allah Swt.

Hukum Islam mempunyai karakteristik yang sama dengan akidah Islam, yaitu bahwa keduanya diturunkan oleh Allah Swt. Hukum ini tidak berpihak pada golongan pekerja maupun golongan elit di masyarakat. inilah keunggulan syariat Allah Swt. dibandingkan dengan hukum-hukum lain buatan manusia. Sebagai konsekuansinya, tidak ada satu pun orang Islam, baik dari kalangan yang kaya maupun yang miskin, yang mersa ragu-ragu atau menyesal ketika menerapkan hukum-hukum Islam.

Namun demikian, saat ini kita sering menjumpai sikap ragu-ragu dan skeptis terhadap syariat Islam di kalangan kaum Muslim sendiri. Salah satu penyebab utama timbulnya masalah semacam ini, yaitu ,kurangnya pemahaman yang menyeluruh tentang masalah-masalah seputar hukum-hukum Islam (fiqih).

Sejumlah orang menyuarakan hukum-hukum aneh yang tidak dijumpai dasarnya di dalam al-Qur'an dan as-Sunnah. Dari mulai dibolehkannya seorang wanita menjadi imam shalat Jum'at, dibolehkannya wanita bertindak sebagai muadzin pada waktu shalat Jum'at, hingga ke persoalan diperlukannya kerangka baru dalam hukum Islam sehingga memunculkan istilah-istilah fiqih lintas agama, fiqih minoritas, ataupun fiqih yang khas Amerika yang syarat dengan kebebasan. Bahkan mereka berpendapat bahwa seseorang dapat menarik hukum secara langsung dari teks-teks al-Qur'an dan as-Sunnah begitu saja. Sehingga kaum Muslim tidak perlu ber-madzhab.

Pernyataan-pernyataan semacam itu pada hakekatnya memperlihatkan kacau dan dangkalnya pemahaman terhadap Islam. Mustahil kita dapat menarik hukum tanpa menggunakan alat dan perlengkapan yang dibutuhkan. Alat dan perlengkapan inilah yang membuat kita mampu memahami teks-teks al-Qur'an dan as-Sunnah; dan tanpa memahami teks, seseorang tidak akan mampu menarik hukum. Oleh karena itu, ushul fiqih adalah prasyarat pokok untuk dapat menarik atau menggali suatu hukum.

Pengantar kitab Studies in Ushul ul-Fiqh.

Pada postingan selanjutnya akan kita bahas tentang istilah-istilah pokok dalam ilmu fiqih. Insya Allah.

0 komentar:

 

Free Music