Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Senin, 28 Februari 2011

Eh, Udah Dewasa Belum???


Kamu sudah dewasa kan? Kalo belum, pertanyaan di judul ini kayaknya perlu dijawab dengan tegas. Tapi saya rasa kamu yang pada baca tulisan ini udah pada dewasa. Ayo, ngaku aja (bukan nuduh lho, tapi ini sekadar menegaskan). Eh, tapi ngga ada salahnya juga lho, klo ada yang baca tulisan ini masih belum dewasa alias belum baligh, misalnya anak SD dan SMP. Silakan aja.

Teman-teman , klo liat tayangan televisi di sudut kiri atas atau kadang di bawah kiri (tergantung maunya masing-masing pengelola televisinya sih) biasanya suka tercantum lambang: "Dewasa" dengan huruf "D", "Bimbingan Orangtua" dengan ikon "BO", dan "Anak-anak" ditulisi denagn ikon "A", malah ada juga tontonan satu untuk semua "SU" alias "semua Umur". Mesti efektifitasnya juga masih terbukti belum bagus.

Oya, konon kabarnya pelabelan itu sebagai bentuk kepedulian pihak penyelenggara siaran untuk mengelompokan pemirsanya. Jadi, mereka merasa bahwa dengan memberikan panduan seperti itu para orang tua bisa memantau anak-anaknya dalam menonton tayangan televisinya. Misalnya klo sebuah tayangan tercantum lambang "Dewasa", maka ortu berhak menegur anaknya atau memintanya dengan cepat untuk mengalihkan ke chanel lain. Nah, kamu termasuk kelompok yang mana nih? Udah dewasa belum? (Jawab dalam hati aja ya... soalnya ada juga yang udah bangkotan tapi masih seneng film kartun -yee apa hubungannya? Emangnya film kartun cuma khusus anak? Nggak juga kan?-ini kok malah ngelantur kemana-mana).

Oya, sebenarnya dalam "kamus" ajaran Islam tak dikenal istilah remaja. Ajaran Islam menilai manusia itu dengan dua kriteria: anak-anak dan dewasa. Perubahan dari dunia anak-anak menjadi dewasa ditandai dengan perubahan pada hormon-hormon seksualnya, seperti pada laki-laki sudah mengalami ikhtilam (mimpi basah, yakni pas mimpi keluar sperma, bukan karena diguyur air se-ember). Buat anak perempuan sudah mulai haid alias datangnya "tamu bulanan". Di dalam Islam, kejadian seperti ini dinamakan dengan istilah sudah 'baligh'.

Nah, jika sudah baligh, berarti ia sudah terbebani hukum (mukallaf). Artinya, segala perbuatannya dalam dalam menjalani kehidupan ini akan dicatat. Jika berbuat baik, pahala ganjarannya, jika berbuat salah, dosa yang ia dapat. Tapi jika masih anak-anak, nggak akan dinilai baik atau buruk, sebahgaimana sabda Rosulullah Saw., "Diangkat pena dari tiga orang; orang yang tidur sampai ia bangun, anak-anak hingga baligh, dan orang yang gila sampai ia sembuh." "Pengangkatan Pena" (tidak dicatat amalnya) dari mereka maksudnya adalah mereka bukan mukallaf secara syar'i.

0 komentar:

 

Free Music