Sudah berlangganan artikel blog ini via RSS Feed?

Selasa, 28 September 2010

Perjuangan Tak Kenal Lelah

Sedikit saya ingin menceritakan peristiwa di hari sabtu kemarin. Hari libur yang cukup padat bagi saya. Pulang kerja pagi kira-kira sampai ke rumah jam 08.00 pagi. Setidaknya ada waktu 1 jam untuk rebahan sebelum memulai sebuah kajian bersama seorang teman. Matin namanya.

Kami berdua sudah membuat kesepakatan untuk bertemu dalam sebuah halaqoh. Walaupun hanya sendiri, tapi semangatnya perlu diacungi jempol. Pernah dua minggu yang lalu saya mengirim sms padanya

"Aslmkm, klo antum mau halqoh jam 09.00 datang aja ke Majlis al-Amin, saya tunggu karena baru pulang sekarang (jam 08.00)" pesanku

Ngga lama kemudian ada sebuah sms balasan muncul di hp jadulku

"Kang, sekarang dimana? Saya udah ada di Masjid al-Awwabien..."

Membaca sms tersebut, saya dedikit merasa heran karena sms di awal saya beritahukan untuk langsung datang ke Majlis al-Amin bukan al-Awwabien.

"lho, kok di al-Awwabien sih, kan saya kasih tau tadi di al-Amin."

"Waduh saya lupa baca smsnya semua, kirain seperi biasa di Al-Awwabien. Terus al-Amin dimana, saya ngga tau kang. Jauh ngga?" tanyanya bingung

"Ya, antum terus saja ke atas nanti juga ada Majlis pinggir jalan sebelah kanan. Nanti saya standby pinggir jalan deh" jawabku sembari bersiap-siap ke pinggir jalan.

Cukup lama saya menunggu, namun belum juga saya lihat batang hidungnya. Sms pun ku kirim lagi guna menanyakan keberadaannya saat ini. Jangan-jangan nyasar pikirku. Tapi ngga mungkin juga karena dia tahu daerah rumahku hanya saja tepatnya dimana masih 'keblinger' alias bingung. Cuma aneh juga dengan jarak yang seharusnya bisa ditempuh oleh angkot dengan kecepatan 40km/jam hanya membutuhkan waktu 5 menit saja.

"Saya baru nyampe rumah bidan siti, bentar lagi ke al-amin" jawabnya

Sudah hampir 15 menit saya nunggu di pinggir jalan. Mungkin jika saya memegang sebuahsebuah rantang kosong kemudian jongkok di pinggir jalan, pasti mangkok tersebut sudah terisi uang receh .

Tak lama memang terlihat sebuah penampakan wajah yang sedikit kusut dimakan debu jalanan. Sebuah senyuman yang khas pun masih mengiasi gerak langkahnya. Kuucapkan salam dengan penuh kebanggaan. "Assalamuallaikum wr.wb...." Dengan nafas yang terengah-engah dia pun menjawab "Walaikum salam wr.wb..."

"Oh antum jalan, kemapa ngga bawa motor?" tanyaku heran

"Saya mau langsung ke Bogor habis ini, terus langsung berangkat ke solo." jelasnya

"Ya kan sama aja, sebelum berangkat nanti balik dulu ke rumah sambil menyimpan motor."

"Sebenarnya sih, masalahnya saya tadi ngga baca sms kang engkos semua. Kirain kita halqoh di tempat biasa." ulasnya

"Itukan klo jam satu siang, tapi klo jam 09.00 pagi saya baru pulang, masa dah berangkat lagi tanggung karena jam dua siang mesti ngisi anak-anak kursus di al-Awabien. Jadi ngga perlu bolak balik, sekalian aja saya berangkatnya ntar siang" paparku sambil mengajaknya ke tempat yang di tuju.

Dibukalah jaket yang membuatnya terasa panas. Terlihat kaos yang basah dengan keringat yang tiada berhenti mengucur dari setiap peluh. Bertambahlah kekaguman saya padanya. Dia rela berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh. Menghiraukan terik panas yang mulai menyengat kulit. Rasa malu mungkin saat bertemu dengan pengguna jalan yang lain. Semua itu tidak menggoyahkan semangatnya untuk datang mengkaji ilmu, memperluas tsaqofah tetang Islam dan tentunya yang paling penting adalah membuktikan keseriusannya dalam memperjuangan agama ini.

Yup, walaupun kadang saya merasa malas untuk mengisi halqohnya, karena idealnya sebuah perhalaqohan itu berjumlah 5 orang. Sering saya berceloteh "ngapain kita halqoh, toh cuma berdua. Udah, main catur aja ..."

Namun pada saat itu saya merasa bersemangat dalam dakwah. Saya sadar, tidak mudah mendapatkan seorang pemuda yang mau diajak berjuang. Dari sekian banyak teman-teman yang dulu bergabung bersama dalam kajian, kini hanya beberapa saja yang bertahan. Sehingga banyak dari mereka yang terjerumus dalam kehidupan bebas tanpa aturan. Merasa tidak ada lagi hari dimana kita akan dimintai pertanggungjawaban atas semua perbuatan yang kita lakukan.

Teruslah bersemangat, wahai sahabat.......

dipostkan juga di sini

1 komentar:

gudang pulsa tronik mengatakan...

luar biasa.........teruskan perjuangan mu kawan.....

 

Free Music